TANGERANG--Cegah penyakit Hepatitis B, sebanyak 541.243 para tenaga kesehatan dan medis akan diberikan imunisasi Hepatitis B oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang di RSUD Kabupaten Tangerang.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, imunisasi Hepatitis B bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan itu akan dilakukan di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Tangerang. Pembukaan acara pencanangan imunisasi Hepatitis B ini dilakukan di RSUD Kabupaten Tangerang.
Menurut Budi, kegiatan pencanangan imunisasi Hepatitis B yang dilakukan di RSUD Kabupaten Tangerang, pada Rabu (8/11) ini diikuti secara virtual oleh delapan provinsi yang ada di Indonesia, diantaranya Provinsi Banten, Kalimantan Selatan, Bali, Lampung, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan dan Jawa Tengah.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menerangkan, imunisasi Hepatitis B bagi para tenaga medis dan tenaga kesehatan ini, tentunya dilakukan untuk menjaga kesehatan dan melindungi para tenaga medis serta tenaga kesehatan dari penyakit berbahaya, khususnya penyakit Hepatitis B yang apabila bila tidak ditangani secara serius bisa menimbulkan kanker, bahkan hingga menyebabkan kematian.
“Saya baru diajarin sama Pak Prof David FK UI bahwa hati itu nanti bisa fibrosis, kalau naik jadi sirosis, dan kalau ga dirawat, naik jadi kanker dan langsung bisa meninggal. Untuk itu, kita mulai pencanangan Imunisasi Hepatitis B untuk tenaga kesehatan dan tenaga medis,” ungkap Menkes Budi Gunadi kepada Satelit News, Rabu (8/11).
Kata pria yang biasa disapa akrab Budi, imunisasi vaksin Hepatitis B tersebut menyasar sebanyak 541.243 orang, yang terdiri dari tenaga medis dan tenaga kesehatan. Diantaranya, bidan, perawat dan tenaga laboratorium medik, baik di rumah sakit maupun di fasilitas kesehatan tingkat lanjut seperti Puskesmas dan klinik-klinik yang memang cukup beresiko tinggi tertular dan menularkan penyakit Hepatitis B.
“Tenaga medis dan tenaga kesehatan merupakan populasi beresiko tinggi tertular dan menularkan Hepatitis B sehingga penting memberikan perlindungan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. H. Achmad Muchlis. MARS mengatakan, pencanangan imunisasi vaksin tersebut merupakan upaya mencegah penyebaran penyakit Hepatitis dan nantinya diharapkan para tenaga kesehatan dan tenaga medis yang rentan, bisa memiliki kekebalan tubuh terhadap Hepatitis.
“Saat ini tenaga kesehatan dan tenaga medis kita secara simbolis 20 orang untuk divaksinasi, dan nanti secara bertahap akan terus diberikan vaksinasi,” katanya.
Lanjut Muchlis, total keseluruhan nakes Kabupaten Tangerang yang akan diberikan imunisasi Hepatitis B sebanyak 400 orang tenaga kesehatan dan tenaga medis. Namun, proses imunisasi terhadap para nakes ini akan dilakukan secara bertahap di RSUD Kabupaten Tangerang, dimulai 8 November 2023 hingga Maret 2024 mendatang.
Dari 400 nakes di Kabupaten Tangerang yang akan diberikan imunisasi Hepatitis B, terdiri dari tiga jenis layanan tenaga medis dan tenaga kesehatan yaitu, layanan Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) antara lain dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, dan ahli teknologi laboratorium medik.
Lalu, Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKTRL) yaitu dokter umum, dokter gigi, dokter gigi spesialis, spesialis penyakit dalam, obgyn, spesialis bedah, spesialis anestesi, spesialis patologi klinik, perawat, bidan, dan ahli teknologi laboratorium medik.
“Di RSUD Tangerang sendiri menjadi tempat pencanangan secara bertahap, kami laksanakan hingga Maret 2024 mendatang,” ujarnya
Dalam pencangan imunisasi vaksin Hepatitis B tersebut hadir juga Dirjen Pencegahan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein, PJ Gubernur Banten Al Muktabar, dan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Banten. (ADV)