SATELITNEWS.COM, SERANG – Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEK) Provinsi Banten, bersama beberapa stakeholder akan ‘menyulap’ kawasan Pasar Lama dan gang rendah menjadi pusat wisata kuliner halal unggulan di Kota Serang.
Kawasan pasar lama dan gang rendah, dinilai mempunyai posisi dan kesejarahan yang sangat strategis untuk dikembangkan pusat kawasan halal. Terlebih Pemkot Serang sendiri sudah lama mewacanakan merelokasi gang rendah menjadi kawasan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera).
Kawasan pasar lama sendiri saat ini masih digunakan sebagai pasar tradisional, pasar kelapa muda serta pusat pertokoan. Sedangkan gang rendah dijadikan sebagai pusat barang-barang bekas baik elektronik, sepatu maupun pakaian. Baik pasar lama maupun gang rendah, keduanya berada pada satu kawasan.
Ketua KDEKS Provinsi Banten Siti Ma’rifah, saat melakukan audiensi dengan Walikota Serang Syafrudin beberapa hari lalu mengatakan, saat ini Kota Serang belum mempunyai kawasan kuliner halal dan bersertifikat, meskipun dalam perkembangannya sudah banyak tumbuh pusat-pusat kuliner namun masih dikelola secara pribadi masing-masing.
“Maka dari itu, kami berharap bisa berkolaborasi dengan Pemkot Serang untuk mengembangkan sistem ekonomi dan keuangan syariah dengan formulasi yang tepat dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah,” kata Ma’rifah, beberapa hari lalu.
Dalam pertemuan itu, Ma’rifah juga membuka berbagai masukan dari Pemkot Serang sebagai tuan rumah kaitannya dengan pengembangan kawasan Pusat kuliner syariah yang akan diterapkan di pasar lama sebagai pilot project pertama untuk kemudian dalam perjalanannya tentu akan dikembangkan terus.
Baca Juga: PRK MUI Pusat Inventarisir Persoalan Perempuan
“Kawasan industri halal kiranya harus ditingkatkan di Kota Serang. Selain Kota Serang belum memiliki ikon pusat kuliner memiliki sertifikat halal dalam satu lokasi, juga belum memiliki kawasan kuliner khas,” ucapnya.
Rencana penataan pasar lama dan gang rendah untuk dijadikan sebagai Pujasera itu sudah digaungkan sejak tahun 2021 lalu. Pada tahun anggaran itu, Pemkot Serang sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,3 Miliar.
Namun karena pandemi Covid-19 masih tinggi, anggaran itu terdampak refocusing dan menyisakan sekitar Rp600 juta. Besaran anggaran itu rencananya untuk penataan dan pembangunan.
Melihat anggaran yang tersisa itu tidak mencukupi, akhirnya Pemkot Serang memberikan opsi pola pengangguran itu dilakukan multiyears selama dua tahun. Tapi dalam realitanya, sampai Pandemi Covid-19 sudah mereda, Rencana itu sampai akhir tahun 2023 ini, masih dalam bentuk wacana.
Direktur Eksekutif Rizkullah mengatakan, silaturahmi perdana ini diharapkan menjadi titik awal langkah kita untuk mengembangkan berbagai potensi daerah di Kota Serang yang berbasis perekonomian dan keuangan syariah, tidak hanya sebatas pada pengembangan pusat kuliner syariah saja.
“Di pasar lama ini nanti bisa diisi oleh berbagai makanan khas masyarakat Kota Serang, sehingga nanti bisa menjadi icon dan tujuan wisata bagi wisatawan yang datang ke Kota Serang,” katanya.
Baca Juga: Bagikan 1.000 Masker, Personel Koramil 0102/Cadasari Pandeglang Minta Masyarakat Tak Panik
Walikota Serang Syafrudin menambahkan, ide dan gagasan terkait dengan kota Serang menjadi salah satu pusat kuliner yang memiliki sertifikat halal ini sangat baik dan akan kita tindaklanjuti, apalagi di Kota Serang ini banyak jenis makanan khas yang bisa kita promosikan dan terus kita lestarikan.
“Tempo hari juga dari BI ada rencana kuliner yang khas di kota Serang. Artinya ini bisa disinergikan dan dikoordinasikan,” ucap Syafrudin
“Program BI ini sangat bagus karena semua di fasilitas baik tempat atau lainnya, tinggal dikolaborasikan dan apa saja yang menjadi khas kuliner di Kota Serang. Kalau di akomodasi ada 9200 khas kuliner di Kota Serang, intinya Pemkot Serang menyambut baik dan terima kasih atas program ini,” tambahnya
Kepala Diskopukmperindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan, kawasan Pasar Lama memang akan dijadikan sebuah zona khusus untuk wisata kuliner dengan menggandeng BI.
“Insya Allah nanti di bulan November bisa kita saksikan jadi wisata zona kuliner aman sehat. Nantinya itu diisi dari pedagang-pedagang yang sekarang jualan di Pasar Lama,” ujarnya,
Wahyu mengatakan, saat ini sudah ada 25 pedagang yang siap untuk meramaikan tempat tersebut. Ia mengaku ke depan, tak menutup kemungkinan akan ada banyak para pelaku UMKM yang ingin bergabung usaha di tempat tersebut.
“Ada pelatihan untuk pedagang, ini yang hebat dari BI ada packaging dan pembuatannya nanti bakal dilatih,” tandasnya.
Wahyu mengklaim, apabila wisata kuliner di Pasar Lama dapat terwujud, maka perputaran ekonomi diprediksi bisa mencapai Rp 30 juta per hari.
“Kalau di Pasar Lama sampai Rp 20 juta hingga Rp 30 juta dari berbagai pedagang,” tutupnya. (luthfi)
























