SATELITNEWS.COM, SERANG–Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (PRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI), ingin membangun sinergitas program dan menginventarisir masalah yang terjadi di Kabupaten Serang. Program kegiatan yang berkaitan dengan masalah sosial, agama dan ekonomi ini, akan dilakukan secara berkesinambungan.
Hal itu diungkapkan Putri Wakil Presiden (Wapres) RI,
, saat berkunjung ke Pemkab Serang. Kedatangan Ketua PRK MUI ini, diterima langsung oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Hadir juga, anggota DPR RI Ade Rossi Khoerunisa, Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang, Tarkul Wasyit.
“Saya ingin melakukan sinergitas program, dan menginvetirisir masalah yang terjadi di Kabupaten Serang. Khususnya, berkaitan dengan persoalan perempuan, kekerasan perempuan, peningkatan SDM perempuan, soal stunting dan kekerasan terhadap anak dan pelecehan seksual. Jadi masalah sosial, agama dan pemberdayaan ekonomi,” kata Siti Ma’Rifah, Selasa (23/3).
Ia juga mengaku, selain berkunjung ke Bupati Serang, juga akan berkunjung ke para alim ulama. Kegiatan itu, bertujuan untuk meminta dukungan program yang nanti akan dilaksanakan, mulai tingkat provinsi maupun kabupaten ataupun sampai tingkat kecamatan, yang berkesinambungan.
“Kita juga akan meminta dukungan TNI – Polri,” tandasnya.
Baca Juga: Kirim Nakes ke NTT, PMI Banten Bawa 130 Kg Obat untuk Bantu Pengungsi

Menurutnya, persoalan seperti kekerasan rumah tangga, ekonomi dan social, harus diselesaikan dari hulu ke hilir. Oleh karenanya, perlu dilakukan sosialisasi dan juga literasi. Sementara literasi ini, harus bergandengan tangan antara pemerintah, ulama dan masyarakat.
“Harus dilakukan melalui dakwah. Kegiatan pengembangan ekonomi masyarakat, itu kaitan kekerasan rumah tangga. Kalau persoalan seksual akibat dari pornografi, ini penting sekali peran para ulama, tokoh masyarakat dan pendidikan untuk melakukan literasi dan membuat kegiatan yang melibatkan generasi muda,” tuturnya.
Sementara, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, terkait dengan persoalan yang ada di Kabupaten Serang yang cukup marak, adalah persoalan sosial. Oleh karena itu, ia menitipkan pesan untuk disampaikan ke jajaran MUI Pusat, untuk dibuat program bersama antara Pemda dengan para ulama.
“Beliau (Putri Wapres,red) juga menyampaikan persoalan social, ini harus semua komponen masyarakat sama-sama menyelesaikan,” ungkap Tatu.
Kemudian terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak, menurutnya, ada banyak faktor diantaranya, ekonomi, kemudian agama dan sosial. Menurutnya jika semua komponen masyarakat ditingkat paling bawah, misalnya tingkat Desa dan RT/RW. Mereka membuat forum, dalam arti bukan seremonial forum.
“Jadi kalau ada hal-hal yang menyimpang, tidak hanya berurusan dari sisi hukum. Tapi sanksi sosial lebih efektif. Saya berharap, ini ada kerjasama konkrit di lapangan. Di kita banyak ulama, ustadz, saya sering menyampaikan kalau hanya dari kami Pemda akan sulit, karena kita terbatas,” imbuhnya. (sidik/mardiana)
Baca Juga: PMI Banten Siapkan 6 Juta Liter Lebih Air Bersih Bagi Daerah Terdampak Kekeringan
























