SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Sejumlah nelayan payang di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Hal itu terjadi, karena pihak SPBN lebih mengutamakan nelayan Arad dan Apollo dalam mendapatkan solar.
Wahyudin, seorang nelayan payang mengaku, setiap kali akan mengisi bahan bakar, dirinya kerap kesulitan karena harus antre dalam waktu lama. Sementara, nelayan Arad dan Apollo langsung diberikan.
“Iya susah, kalau yang punya perahu Arad atau Apolo, pasti langsung dilayani,” kata Wahyudin, Rabu (15/11/2023).
Dia keberatan atas sikap pihak pengelola SPBN tersebut, pasalnya, pemilik kapal Arad dan Apollo tidak pernah memberikan sumbangsih terhadap kas daerah. Sedangkan nelayan payang dan kurisn, memberikan sumbangan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Para pemilik kapal Apollo dan Arad kan enggak ada retribusinya sama sekali buat daerah, tetapi mereka lebih diutamakan dibandingkan kita, ini kan ada apa? Keberatan sudah pasti, tapi ya mau bagaimana lagi,” tambahnya.
Dia berharap, pihak pengelola bisa lebih bijaksana dalam memberikan jatah BBM jenis solar bagi para nelayan. Bila perlu, pemilik kapal Arad dan Apollo tidak boleh mengisi di SPBN karena tidak membayar retribusi.
“Seharusnya memang enggak seperti itu, karena kita selalu membayar retribusi,” tandasnya.
Suherman, nelayan lainnya mengaku, kejadian tersebut sering terjadi di SPBN Labuan. Padahal, kata dia, nelayan Payang dan Kursin banyak membayar retribusi sebagai kewajiban, berbeda dengan pemilik perahu Arad dan Apollo.
“Iya memang udah sering kaya gini, kita juga bingung mau mengeluhnya bagaiman,” aku Suherman.
Menyikapi persoalan tersebut, Manajer SPBN Labuan Aan Karinda, enggan menanggapi keluhan dari melayan. Malah, dengan nada emosi dia mempertanyakan kebenaran perihal aduan tersebut.
“Kata siapa! siapa nelayan yang bilang begitu! Jangan macam-macam, saya dari Pusat ini, saya enggak akan mau di konfirmasi,” tukasnya dengan nada marah-marah.
Dia mengancam, tidak akan menanggapi aduan tersebut karena dinilai tidak benar. Dengan nada tinggi, dia mengatakan pihaknya tidak akan menanggapi keluhan nelayan payang tersebut, karena apa yang mereka sampaikan tidak jelas dan tidak benar.
“Bapak jangan asal, saya enggak mau menanggapi itu. Catat nama saya Aan. Jangan macam-macam bapak, enggak saya enggak mau menanggapi hal itu, jangan harap bisa konfirmasi ke saya,” katanya dengan nada lebih tinggi. (mg4)