SATELITNEWS.COM, SERANG – Sedikitnya 5 Pemerintah Provinsi (Pemprov) yaitu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), DIY Yogyakarta dan Sulawesi Selatan (Sulsel), melakukan panen dan tanam cabai serentak di masing-masing wilayah, Rabu (20/12/2023).
Di Provinsi Banten, kegiatan itu dilaksanakan bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Harapan Baru di Kampung Jami, Desa Tejamari, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang pada Rabu (20/12/2023).
Selain melalukan gerakan panen dan tanam cabai, Pemprov Banten juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di lokasi tersebut.
Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, kegiatan panen dan tanam cabai ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan kepala daerah beberapa waktu lalu di Jakarta, dan ini bagian dari langkah kita untuk melakukan stabilisasi harga khususnya bahan pokok cabai.
“Kegiatan GPM ini kita sudah lakukan 119 kali, itu dalam rangka kita berkontribusi untuk mengendalikan inflasi utamanya dan stabilisasi harga,” kata Al.
Selanjutnya, Al Muktabar menyampaikan untuk luasan gerakan panen dan tanam cabai yang digunakan sekitar 12 hektar yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Banten.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Harga, Diskoumperindag Kabupaten Serang Kembali Gelar Operasi Pasar
“Saya sudah minta ABM dalam rangka panen ini khusus di Provinsi Banten, ABM ikut didalam pendistribusian dan melakukan penyetokan, apabila memungkinkan untuk kita berharap dapat membuat stabilisasi harga di pasar,” imbuhnya.
Selain melakukan kegiatan itu, Al bersama jajaran Forkopimda juga melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terkait ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan kebutuhan pokok terutama cabai di Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang.
“Kita tahu bahwa harga cabai itu sedang fluktuatif. Sebelumnya kita panen dan tanam cabai di Baros, kita lanjutkan dengan mengecek harga pasar,” ungkap Al Muktabar.
Menurut Al Muktabar, dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru pihaknya terus mengupayakan pasokan bahan pokok melalui gerakan tanam dan panen. Hal tersebut merupakan upaya menyikapi fluktuasi harga bahan pokok terutama pada komoditas cabai.
Dalam kesempatan ini juga, Al Muktabar membeli sejumlah bahan kebutuhan pokok. Diantaranya cabai merah besar, cabai rawit, dan telur.
“Tadi juga kita bersama-sama belanja cabai dan telur. Harga cabai merah sekitar Rp70.000, cabai rawit sekitar Rp80.000. Pengakuan dari para pedagang harga cabai sudah ada penurunan. Tadi kita mengecek telur yang sedikit menurun dari harga biasa 1 kilogram ada di sekitar Rp27.000,” paparnya.
Baca Juga: Bupati Pandeglang Jenguk Keluarga ABK yang Hilang Kontak Bersama Lima Jurnalis
Al Muktabar juga mengungkapkan, dalam kesempatan ini juga ia melakukan pemantauan terhadap ketersediaan bahan pokok lain seperti beras, minyak dan daging. Ia menyebutkan, hal tersebut dilakukan sebagai upaya menghadapi Natal dan Tahun Baru yang biasanya kebutuhan masyarakat akan meningkat.
“Secara umum artinya dalam rangka Nataru tidak ada hal yang keluar dari yang kita inginkan. Tadi kita juga mengecek ketersediaan dan harga beras, minyak dan daging yang ketersediaannya cukup baik,” jelasnya.
“Kita imbau kepada masyarakat tidak perlu menyetok yang berlebihan, sesuai kebutuhan saja. Mudah-mudahan dengan upaya ini situasi stabilitas daerah bisa kita rasakan dengan damai dan sejahtera,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengungkapkan dengan total luas sekitar 12 hektar, maka memiliki potensi penen mencapai 48 ton cabai.
“Kalau kita hitung secara potensi panen, kita ambil minimal 1 hektar itu dapat menghasilkan cabai 4 ton,” ujarnya.
Agus juga menyampaikan kegiatan gerakan panen dan tanam cabai tersebut sebagai upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga cabai.
“Untuk kondisi ini minimal pasar dapat kita guyur dengan cabai yang ada, sekalipun kalau bicara kecukupan kita belum cukup semua. Maka dibutuhkan kerjasama antar daerah,” katanya.
Ditempat yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Imaduddin Sahabat mengatakan gerakan panen dan tanam tersebut sebagai langkah antisipasi menjelang Nataru. Maka dibutuhkan persiapan yang berkelanjutan.
“Ini salah satu mengapa kita lakukan gerakan panen juga tanam cabai, ini akan berkelanjutan,” pungkasnya.
Selain itu, Pj Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten Tine Al Muktabar mengajak para kader PKK di kabupaten/kota agar dapat memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya untuk ditanamkan tanaman cabai. Tine menyampaikan, pihaknya telah mendistribusikan 2.000 bibit cabai dan sejumlah benih cabai kepada TP PKK Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten.
“Jadi diharapkan itu dapat di tanam cabai secara serentak. Jadi kita juga melakukan penanaman serentak di PKK se-Provinsi Banten,” kata Tine.
Selain itu, PKK juga saat ini telah memiliki program gerakan satu rumah satu pohon cabai. Dimana target dari program itu membuat kemandirian pangan dan menghasilkan ketahanan keluarga. (luthfi)
























