SATELITNEWS.COM, LEBAK – Sejumlah seniman di Kabupaten Lebak, mengaku kecewa terhadap Ketua DPRD Lebak, M Agil Zulfikar. Orang nomor satu di Legislatif tersebut dinilai telah mengabaikan tujuan baik seniman dalam membangun Lebak.
Kekecewaan itu bermula ketidak hadiran M Agil Zulfikar dalam acara diskusi Undang-undang Pemajuan Kebudayaan yang bertema “Reposisi Seni, Anggaran dan Kebijakan” yang digelar di Amphiteater Guriang, Kecamatan Warunggung yang digelar pada tanggal 28 Desember 2023 lalu.
“Dari beberapa narasumber yang diundang hadir, baik itu Kepala Disbudpar Lebak, Imam Rismahayadin, sekaligus mewakili Pj Bupati Lebak, Iwan Kurniawan yang menginformasikan tidak bisa hadir, Kepala Balai Pelestari Kebudayaan (BPK) wilayah 8 Lita Rahmiati. Hanya ketua yang tidak hadir tanpa ada konfirmasi apapun,” kata Direktur Guriang Tujuh Indonesia, Dede Abdul Majid salahsatunya, Jumat (29/12/2023).
Diskusi untuk menjaga ekosistem kebudayaan yang tersusun atas susunan interaksi yang saling menunjang antara pelaku, pengguna, infrastruktur, lingkungan, dan unsur-unsur kebudayaan dalam suatu kawasan tertentu, menurut Majid sangat penting untuk dilakukan. Hal itu sebagai langkah untuk membangkitkan kesenian di Bumi Multatuli.
“Seluruh unsur terhubung dengan berbagai rantai kerja yang mendukung tumbuhnya ekosistem kebudayaan. Terbentuknya ekosistem kebudayaan yang baik bukan hanya wacana. Tentu saja, hal ini menjadi cita-cita besar setiap insan seni,” tuturnya Majid.
“Harapan kita ketua DPRD Lebak, hadir selaku perancang kebijakan. Walaupun akhirnya tidak sesuai dengan komitmen awal yang mengaku akan hadir tapi nyatanya sama sekali tidak ada konfirmasi apapun saat pelaksanaan itu digelar,” ucap Majid.
Baca Juga: Bangun Jalan 18 Kilometer, Karya Bakti TNI Hubungkan Enam Desa di Pandeglang
Dijelaskan Majid, pembahasan utama dari dari diskusi dengan tema reposisi kunci utamanya untuk membahas empat strategi UU Pemajuan Kebudayaan yakni, pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan.
“Tetapi tentu saja, dalam melakukan reposisi ekosistem seni di Kabupaten Lebak, perlu melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan memperhatikan perubahan serta kebutuhan masyarakat sehingga tetap relevan,” ucapnya.
“Acara tetap digelar dan penuh semangat. Namun kami tetap kecewa ketua tak ada kabar dan mengkonfirmasi bakal tidak hadir. Kami merasa sangat dikecewakan atas hal tersebut,” imbuhnya.
“Banyak budayawan dan seniman senior yang hadir, dan menunggu jawaban dari wakil rakyat salah satunya Ketua DPRD Lebak dalam mendukung kemajuan kebudayaan,” tandasnya.
Dihubungi melalui telepon selulernya, M Agil Zufikar berkilah ketidakhadirannya pada acara diskusi tersebut lantaran jadwal yang padat pada acara pribadinya, salahsatunya daerah yang jaraknya cukup jauh. Namun demikian, dirinya bukan berarti mengabaikan kegiatan tersebut.
“Pada hari itu betul saya tidak hadir, karena dalam sehari itu saya ada acara membagikan bantuan di wilayah yang jaraknya cukup jauh hingga sore hari. Jadi tidak sempat menginformasikan ketidakhadiran saya,” kilah Agil.
Baca Juga: Banten Masuk Lima Besar Investasi Nasional, Andra: Harus Berdampak
“Atas kejadian itu saya minta maaf, karena pada hari itu jadwal yang padat sampai sore hari. Jadi sekali lagi bukan mengabaikan melainkan karena padatnya jadwal,” imbuhnya.(mulyana)





















