SATELITNEWS, TANGERANG – Koordinator Pemuda Pro-Tani Nasional Indonesia wilayah Kabupaten Tangerang menilai, pembagian 1.500 bibit cabai yang dilakukan Pj Bupati Tangerang kepada ASN tidak tepat sasaran. Bahkan dianggap tidak pro terhadap para petani.
Aktivis tani yang tergabung dalam Pemuda Pro Tani Nasional Indonesia wilayah Kabupaten Tangerang Saepul Bahri mengatakan, bahwa baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Tangerang telah membagikan bibit cabai sebanyak 1.500 bibit kepada para ASN yang berada dilingkup Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Hal itu kata Saepul, merupakan salah satu implementasi gerakan tanam pangan cepat panen, yang tertuang dalam surat edaran Pj Bupati Tangerang Nomor:B/500.6.1/5205/XI/2023.
Menurut Saepul Bahri, pendistribusian bibit cabai yang dilakukan Pj Bupati Tangerang kepada para ASN terbilang tidak tepat. Seharusnya, kata Saepul Bahri, bibit tersebut dibagikan kepada para petani atau kelompok tani.
“Kami melihat ini sebagai bentuk kegagapan Andi Ony dalam memimpin Kabupaten Tangerang. Seharusnya bibit cabai tersebut diberikan kepada para petani atau kelompok tani, bukan ASN,” kata pria yang biasa disapa Bung Ceming kepada Satelit News, Selasa (9/1).
Lanjut Bung Ceming, selain tidak tepat sasaran, program bagi-bagi bibit cabai kepada para ASN terkesan hanya sebuah formalitas dalam menangani inflasi atau melambungnya harga cabai di Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: Paramount Land Dukung Gemilang KORPRI Night Run 2026, Diikuti 6.700 Peserta
“Ini terkesan seperti formalitas saja. Karena, bagaimana kita bisa tahu bibit itu benar-benar diurus dan berbuah, ASN-nya sibuk menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Tangerang, lebih baik diserahkan kepada tani saja,” tandasnya.
Bung Ceming juga menilai, bahwa pembagian bibit cabai kepada ASN, mempertontonkan Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak pernah benar-benar berpihak kepada para petani. Padahal, kata Bung Ceming, kondisi para petani di Kabupaten Tangerang sangatlah memprihatinkan.
“Program-program yang dibuat seakan hanya seremonial saja, tidak pernah menyentuh akar rumput. Padahal, kondisi para petani di Kabupaten Tangerang sedang memperihatinkan. Apalagi beberapa waktu lalu, kita baru dilanda El-nino yang membuat para petani mengalami banyak kerugian,” tukasnya.
Bung Ceming menyarankan agar Pj Bupati Tangerang Andi Ony Prihartono berdialog dengan para petani terlebih dahulu, sebelum membuat program yang tidak efektif untuk permasalahan komoditi.
“Kami berharap kedepannya Pj Bupati Tangerang, Andi Ony Prihartono untuk turun melakukan dialog dengan para petani, agar ia tahu kondisi para petani di Kabupaten Tangerang. Tidak asal membuat program yang tidak efektif, ” pintanya.
Sementara itu, salah satu petani di wilayah Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, Sahrudin menambahkan, agar Pemerintah Kabupaten Tangerang benar-benar serius dalam menangani persoalan pangan. Dia juga berharap, agar bibit-bibit tanaman diberikan kepada para petani, bukan ASN.
Baca Juga: 3 Pelajar Ditangkap Buntut Kematian 2 Remaja di Alam Sutera
“Urusan pertanian, biarlah serahkan kepada kami. Tinggal pemerintah suport saja, apa yang dibutuhkan petani, seperti pupuk murah atau bantuan bibit,” tanggapnya.
Sebelumnya, Pj Bupati Tangerang Andi Ony membagikan 1.500 bibit cabai kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tangerang. Pembagian bibit cabai ini sebagai upaya mengatasi inflasi. (alfian/aditya)





















