SATELITNEWS.COM, LEBAK—Tidak ada orang tua yang sejatinya tega melihat darah dagingnya menderita. Akan tetapi ada kalanya sebuah keterpaksaan ditempuh demi kebaikan sang anak sendiri. Hal itu pula yang dilakukan warga Kampung Bojong Girang Girang, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak ini.
Pasangan suami istri Yakub (51) dan Subekah (48) terpaksa merantai kaki anaknya sendiri yang bernama Subki di dalam rumah. Pilihan pahit itu diambil sebab anak pertamanya kerap mengamuk ke rumah warga lainnya lantaran mengalami gangguan jiwa atau ODGJ.
“Tidak hanya melempari rumah tetangga dengan batu, saat kalau Subki mengamuk semua perabotan yang berada di dalam rumah dihancurkan nya,”kata Subekah menceritakan kelakuan anaknya sejak mengidap penyakit ODGJ.
Selain anak pertamanya Subki, kata Subekah anak keduanya yang bernama Adeng juga sama mengalami gangguan jiwa. Namun untuk Adeng tidak dirantai, karena kondisi Adeng tidak separah kakaknya Subki.”Dulu kondisi Subki dan Adeng normal-normal saja, bahkan Adeng dan Subki sempat bersekolah hingga SMA. Namun 4 tahun belakangan kondisi Subki sudah tidak stabil, sehingga terpaksa dirantai,” ujarnya.
Subekah mengakui jika apa yang dilakukannya merantai kaki tersebut bukan tanpa belas kasian. Namun, kekhawatiran akan kerugian materi dan keselamatan keluarga dan tetangga aksi merantai terpaksa dilakukan. “Sebenarnya saya juga tidak tega melihat anak saya dirantai, tapi mau gimana lagi, kalau lagi kambuh dan ngamuk semua barang dihancurkan nya,” imbuhnya.
Subekah bukan tidak ingin melihat anak-anaknya tersebut sehat kembali sediakala. Namun, keadaan ekonomi yang membuat ekonomi pasrah anak-anaknya tersebut mengalami penyakit jiwa. Namun begitu, dia optimis anaknya bisa sehat kembali. “Harapan bisa mengobati namun keterbatasan ekonomi ya gimana. Kerja serabutan upah yang didapatpun hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Ya disebut pasrah ya pasrah. Semoga ada yang membantu,”imbuhnya.
Baca Juga: Kemiskinan di Lebak Turun Tipis, Ini Penjelasan Dinsos
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lebak, Eka Darma Putra mengatakan, pihaknya bakal segera turun ke lokasi untuk mengetahui kondisi ODGJ tersebut. Walaupun dirinya tidak membenarkan ODGJ tersebut dirantai, namun hal itu sekiranya membahayakan orang lain dirinya tidak mempersoalkan. “Coba nanti kita segera cek ke lokasi untuk mengecek kondisi. Kita juga bakal koordinasi dengan dinas kesehatan,” kata singkatnya. (mulyana)
























