SATELITNEWS, CIKUPA – Untuk menekan angka stunting di wilayah Kecamatan Cikupa yang mencapai 285 anak, Puskesmas Pasir Jaya gencarkan program Kunjungan Imah Balita Perbaikan Gizi (Jumila Berbagi). Hal itU dilakukan untuk memantau tumbuh kembang balita.
Kepala Puskesmas Pasir Jaya, Ratna Asih Sri Rahayu mengatakan, program tersebut bertujuan untuk memantau kesehatan serta perkembangan pada balita risiko tinggi, sehingga dapat mencegah stunting. Namun, apabila ditemukan balita beresiko tinggi, maka akan langsung dilakukan rujukan ke Puskesmas.
“Jadi, kita akan rujuk balita resiko tinggi dari posyandu ke puskesmas. Lalu, kami juga melakukan kunjungan ke rumah balita, untuk memantau perkembangan mereka,” kata Ratna Asih Sri Rahayu kepada Satelit News, Senin (29/1).
Lanjut Sri Rahayu, dalam program Jumila juga dilakukan pemeriksaan terhadap sanitasi masyarakat, yang dimana rumahnya terdapat balita. Pasalnya, selain kekurangan gizi, stunting juga bisa disebabkan akibat sanitasi yang buruk. Karena sanitasi yang buruk, dapat menimbulkan penyakit infeksi yang dapat mengganggu proses pencernaan dalam proses penyerapan nutrisi.
“Jika kondisi tersebut terjadi dalam waktu lama, maka dapat mengakibatkan stunting,” tandasnya.
Selain itu, Puskesmas Pasir Jaya juga menghadirkan Program Gerakan Ibu Hamil Sehat dan Aktif (GEISHA). Program tersebut merupakan upaya dalam percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB).
Baca Juga: Kecamatan Leuwidamar Optimalkan Pemberian Sembako Bergizi untuk Turunkan Prevalensi Stunting
“Upaya tersebut kami lakukan, dengan mengadakan kelas ibu hamil di tiap desa, kunjungan ibu hamil resiko tinggi, Kurang Energi Kronis (KEK) dan anemia, kegiatan senam hamil, lalu juga pemeriksaan USG oleh dokter umum di Puskesmas dan oleh dokter kandungan yang bekerja sama dengan RS sekitar wilayah kerja PKM,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi menambahkan, berdasarkan data yang dimilikinya, untuk wilayah Kecamatan Cikupa saat ini balita yang dinyatakan stunting berjumlah 285 anak, dan Keluarga Beresiko Stunting (KRS) sebanyak 3.391.
“Di Kecamatan Cikupa, balita stunting 285 anak, sementara KRS sebanyak 3.391,” katanya.
Lanjut Hendra, di setiap tahun balita stunting di Kabupaten Tangerang sendiri selalu mengalami penurunan. Untuk tahun 2021 sebanyak 16.136 anak, 2022 menurun menjadi 9.200 dan terakhir, di tahun 2023 kembali turun menjadi 5.391 anak.
“Kalau untuk di tahun 2024, masih dalam proses pendataan. Semoga tahun 2024 juga kembali turun,” pungkasnya. (alfian/aditya)
























