SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Komunitas Tangsel Bersatu mengamankan tiga pemuda yang diduga melakukan tawuran menggunakan senjata tajam di di wilayah Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Minggu (28/1) lalu. Saat hendak diamankan, salah satu pemuda sempat membacok anggota komunitas tersebut.
Ketua Komunitas Tangsel Bersatu Muhamad Aprilyandi mengatakan pihaknya menerima informasi b adanya laporan masyarakat yang menyebutkan telah terjadi tawuran antara sejumlah kelompok. Atas laporan tersebut, para anggota komunitas itu bergerak mendatangi tempat kejadian perkara.
Saat didatangi, kata Muhamad, lokasi tawuran sudah sepi. Namun anggota komunitas tersebut melakukan pemantauan di sekitar lokasi dan menemukan tiga pemuda yang diduga hendak kembali pulang seusai melakukan tawuran.
“Dapat informasi jam setengah tiga hari Minggu. Akhirnya kita ke lokasi. Di lokasi memang sudah sepi. Tapi teman-teman sweeping di daerah situ,” ujarnya, Senin (29/1).
Muhamad menuturkan, setelah melakukan sweeping didapati satu sepeda motor dengan tiga penumpang. Benar saja, saat didekati pemuda tersebut langsung mengeluarkan senjata tajam dan menyerang.
“Tiga orang naik motor boncengan. Pas dikejar, kita tanya mereka ngeluarin senjata tajam langsung bacok cuma untungnya tidak kena. Kita kejar ke arah Cirendeu Ciputat Timur,” bebernya.
Baca Juga: Belasan Warga Sesak Nafas Akibat Kebakaran Sampah di Tangsel, Sekolah Diliburkan
Saat dikejar, pemuda itu kembali memberikan perlawanan dengan mengayunkan senjata tajam.
“Di Cirendeu sudah kepepet dia di gang. Kemudian ngeluarin senjata tajam. Akhirnya ditendang dan jatuh. Kebetulan ada polisi lewat langsung kita serahin ada tiga orang umuran SMA. Mereka bawa dua senjata tajam,” pungkasnya.
Sebelumnya, Komunitas Tangsel Bersatu juga menangani kasus tawuran yang melibatkan empat orang di Jalan PDAM, Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong pada Kamis (25/1) lalu. Para pelaku sepakat berdamai setelah mengikuti mediasi.
Mediasi itu dilakukan pada Jumat (26/1) sore lalu. Empat anak yang terlibat perkelahian A (13), F (15), F (14), dan DD (15) dikumpulkan. Semuanya masih berstatus pelajar dengan sekolah yang berbeda. Saat diinterogasi, para pelaku mengaku hanya iseng. Mereka bahkan tidak punya dendam lama sebelumnya.
“Masalahnya sepele. Janjian iseng-iseng lewat medsos. Emang ngga ada musuhan atau faktor lain katanya. Akhirnya malam itu orang tua masing-masing dipanggil sepakat berdamai,” ungkap Muhamad, Minggu (28/1).
Dia menyatakan mediasi yang dilakukannya berdasarkan arahan Polres Tangsel. Jalur tersebut dipilih karena para pelaku masih masuk ke dalam kategori anak-anak. (eko)
Baca Juga: Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas di Tangsel, Diduga Akibat Asam Lambung
























