SATELITNEWS.COM, LEBAK—Harga beras di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, terus mengalami kenaikan. Untuk beras jenis premium misalnya, dari yang sebelumnya Rp16 Ribu kini sudah mencapai Rp17 ribu/Kg. Kenaikan yang terus terjadi untuk kebutuhan pokok tersebut membuat pedagang apalagi pembeli semakin resah.
Andi salah satunya. pedagang beras di Pasar Rangkasbitung mengaku kini harga beras khususnya yang premium sudah terjadi sejak awal tahun 2024. “Untuk beras premium biasanya biasanya Rp15.300, sempat mengalami kenaikan jadi Rp16 ribu, kini baik lagi jadi Rp17 ribu per kilogramnya,” kata Andi, Selasa (6/2/2024).
Kenaikan yang baru terjadi dalam dua hari terakhir, kata Andi menyesuaikan harga pada pihak distributor. Ada pun beras KW 1 Rp 15.000/ Kg dan beras KW 2 Rp 14.000/Kg. “Sangat memberatkan, tidak hanya kami pembeli pun mengeluhkan kondisi ini. Tidak hanya saya juga pembeli pun berharap harga beras bisa kembali normal sediakala,” imbuhnya.
Ramdan seorang pembeli beras di Pasar Rangkasbitung, mengaku keberatan atas kenaikan harga beras. Sebab, tidak hanya harga beras kebutuhan pokok lainnya pun mulai mengalami kenaikan. “Tak banyak yang kita pinta, stabilkan aja kebutuhan pokok. Karena kondisi ini sangat memberatkan khususnya masyarakat yang berpenghasilan rendah,” ujarnya.
Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Yani menyebutkan faktor kenaikan karena defisit beras nasional yang mempengaruhi harga. “Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), stok beras dalam negeri diperkirakan defisit sebesar 2,7 juta ton pada periode Januari-Februari 2024,” kata Yani.
Ditambahkanya, defisitnya stok beras karena sebagian petani yang telat memulai masa tanam. Sehingga mempengaruhi harga beras yang mengalami kenaikan drastis. “Situasinya sedang dapat tekanan dari produksi, sebagian petani kita telat tanam, baru Januari nanam,” tandanya. (mulyana)
Baca Juga: Presiden Jokowi Besok Resmikan Waduk Karian di Lebak
























