SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Demam berdarah atau DBD adalah penyakit yang menular melalui nyamuk yang terjadi di daerah tropis dan subtropis di dunia. Gejala DBD yang umum adalah demam tinggi dan gejala seperti flu.
Sementara itu, pada DBD yang parah, kondisi ini bisa menyebabkan pendarahan serius, penurunan tekanan darah secara tiba-tiba (syok) dan bahkan kematian.
Gejala DBD
dr. Fenny Yulia dari Klinik Pratama Larasati Poris, Batuceper Kota Tangerang mengatakan, banyak orang tidak mengalami tanda atau gejala DBD. Ketika gejala benar-benar terjadi, ini sering dikira sebagai penyakit lain seperti flu.
dr. Fenny menjelaskan, biasanya gejala DBD akan muncul mulai empat hingga 10 hari setelah mendapat gigitan nyamuk.
“Penyakit ini bisa menyebabkan demam tinggi hingga 40 derajat Celsius. Demam ini berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari, kemudian turun dengan cepat,” ujarnya.
Adapun selain demam, beberapa gejala lainnya antara lain yaitu sakit kepala, nyeri otot, nyeri tulang atau nyeri sendi. Selanjutnya penderita akan merasa mual dan muntah, sakit di belakang mata, kelenjar bengkak dan ruam.
dr. Fenny menerangkan Adapun penyebab Demam Berdarah yakni virus dengue. Orang tidak bisa terkena penyakit ini karena berada di sekitar orang yang terinfeksi sebab penyakit ini menular melalui gigitan nyamuk.
“Dua nyamuk yang bisa menularkan virus ini adalah Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Dua jenis nyamuk yang paling sering menyebarkan virus dengue ini umumnya ada di dalam maupun di sekitar pemukiman,” papar dr. Fenny.
“Ketika nyamuk menggigit seseorang yang terinfeksi virus dengue, virus tersebut masuk ke dalam nyamuk. Kemudian, ketika nyamuk yang terinfeksi menggigit orang lain, virus memasuki aliran darah orang itu dan menyebabkan infeksi hingga gejala DBD muncul,” sambungnya. (rls/evi)