SATELITNEWS.COM, SERANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Serang, tidak berdaya menarik Infak dari perusahaan. Padahal infak yang ditarik hanya Rp5.000 per orang per bulan, sementara jumlah karyawan mencapai ribuan orang.
Ketua BAZNAS Kabupaten Serang, Badrudin mengatakan, berdasarkan Undang-Undang pihaknya diperbolehkan untuk merambah pengumpulan zakat infak dan sedekah di perusahaan perusahaan swasta.
Namun sampai dengan saat ini, pengumpulan zakat infak dan sedekah dari perusahaan masih belum maksimal. Dari potensi karyawan di Kabupaten Serang mencapai ribuan, zakat infak dan sedekah yang baru bisa terkumpul baru dibawah Rp2 juta.
“Edaran ibu Bupati itu kan Infak Rp5000, tapi itu belum berjalan, di tahun 2020 itu kita sudah undang pimpinan perusahaan, waktu itu hampir 65 perusahaan kita undang, undangan ibu (Bupati) yang buat, yang ngasihkan surat Disnaker sebagai mitra, yang melaksanakan kegiatannya BAZNAS, tapi yang hadir hanya 8 perusahaan, itu juga bukan pimpinan perusahaan,” kata Badrudin, Rabu (6/3/2024).
Menurut Badrudin, jika pimpinan perusahaan memberikan penekanan terhadap karyawannya agar membayar infak, tentunya karyawan juga akan mau membayar infak. Meskipun mayoritas perusahaan di Kabupaten Serang Noni.
Badrudin pun mengungkapkan jika karyawan perusahaan bisa ditarik infaknya, potensi pendapatan yang dapat ditarik cukup besar.
Baca Juga: Pengumpulan ZIS Ditarget Rp29 Miliar, Realisasi di Baznas Kabupaten Serang Rp24 Miliar
“Potensinya kan kalau karyawan di Kabupaten Serang ada 1 juta, potensi pendapatannya sudah sampai Rp5 Miliar dalam sebulan, kalau satu tahun bisa Rp60 Miliar, itu infak Rp5000,” tuturnya.
Terkait target pendapatan zakat, infak dan sedekah di tahun 2024, kata Badrudin pihaknya menargetkan Rp26,5 miliar. Dari Januari sampai Februari zakat infak dan sedekah yang terkumpul baru Rp2,8 Miliar.
“Rata – rata masih dari ASN,” tandasnya.
Sementara, Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, mengajak kepada seluruh instansi dan industri yang ada di Kabupaten Serang untuk bisa bekerjasama dengan BAZNAS Kabupaten Serang. Karena Zakat Infak dan Sedekah yang dikumpulkan sangat berguna untuk masyarakat tidak mampu.
“Kita sudah akses misalnya ke industri, tapi tidak jalan, mungkin harus ada intervensi dari pimpinan industrinya. Saya coba mau komunikasi lagi lewat pimpinannya, rasanya kalau tidak ada instruksi dari pimpinannya, (pengumpulan zakat infak dan sedekah) dari perusahaan tidak akan jalan,” pungkasnya. (sidik)
