SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Tidak tercapainya target penerimaan pajak, terutama Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), mendapat perhatian serius Wakil Ketua DPRD Pandeglang Tb Asep Rafiudin Arief.
Dia menyarankan, agar Pemkab Pandeglang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bertindak tegas, agar target penerimaan pajak yang diberikan bisa tercapai di tahun 2024 ini.
Menurut Asep, banyak persoalan yang harus diselesaikan supaya target penerimaan pajak bisa tercapai. Diantaranya memberikan pemahaman agar para wajib pajak (WP) bisa memahami kewajiban mereka.
“Memang ada beberapa faktor yang menyebab PBB kita masih rendah capaiannya. Diantaranya Kurang kesadaran masyarakat sebagai wajib pajak merupakan kendala utama yang ada dalam pemungutan pajak,” kata Asep, Rabu (13/3/2024).
“Hal ini diakibatkan oleh beberapa faktor seperti anggapan wajib pajak bahwa pajak bersifat memberatkan karena memaksa, ketidaktahuan wajib pajak tentang ketentuan dan tata cara perpajakan, sampai kurangnya pengetahuan dan
pemahaman wajib pajak terhadap fungsi dan manfaat pajak itu sendiri yang dikarenakan masih kurang percayanya mereka pada keberadaan pajak,” sambungnya.
Asep meminta Pemkab, bisa bertindak tegas terhadap para WP yang tidak menjalankan kewajibannya. Tindakan tegas itu harus dilakukan, sebagai upaya menertibkan penarikan pajak dan agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa terus bertambah.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Gelar Pekan Panutan Pajak, Targetkan Rp1 Miliar
“Harus bisa tegas, jangan hanya menagih biasa. Kalau memang mereka bandel, berikan teguran tegas. Oleh karenanya perlu adanya edukasi yang rutin yang disampaikan oleh para aparatur baik dari tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa,” ujarnya.
Asep juga mengingatkan kepada para petugas penarik pajak, agar bisa terus melaksanakan tugasnya dengan baik. Oleh karena, apabila dilakukan semaunya bisa berdampak terhadap pendapatan daerah. Walaupun memang adanya pemotongan atau penghilangan insentif bagi petugas pajak.
“Selain itu juga tim pemungut pajak jangan sampai merasa bosan dalam melakukan penagihan, supaya masyarakat yang blm bayar merasa sadar dan pada akhirnya bisa bayar. Kemudian harus adanya apresiasi yg diberikan kepada para petugas pungut dan wilayah yang capaian penerimaan pajaknya tinggi,” paparnya.
“Mudah – mudahan bulan depan capaian PBB kita bisa meningkat dan tahun ini target yg sudah ditetapkan bisa tercapai juga,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pandeglang tahun 2024 mendapat target penarikan semua jenis pajak sebesar Rp93 Miliar. Jumlah itu lebih banyak Rp4 Miliar dibandingkan tahun 2023 yang hanya sebesar Rp89 Miliar.
Kepala Bapenda Kabupaten Pandeglang Ramadani mengakui adanya kenaikan target penarikan pajak ditahun 2024. Secara keseluruhan, kenaikan tersebut sebesar Rp4 Miliar dan paling besar disektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Baca Juga: Bapenda Beri Diskon PBB-P2 Hingga 20 Persen dan BPHTB 50 Persen untuk Program Pemerintah
“Tahun 2023 targetnya hanya Rp89 Miliar dan kita bisa melakukan penarikan sampai 80,31 persen. Sedangkan target pajak di tahun ini Rp93 Miliar, ada kenaikan Rp4 miliar dari target sebelumnya,” katanya, Selasa (12/3/2024).
Ramadani mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya agar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak bisa tercapai hingga tahun anggaran berakhir. Oleh karena, semua pihak terkait diharapkan bisa bekerja sama agar target yang diberikan terpenuhi.
“Kita terus bergerak agar targetnya terpenuhi. Hanya saja yang menjadi fokus kita PBB-P2, karena kalau jenis pajak yang lain sebetulnya bisa sampai 100 persen bahkan lebih. Tahun kemarin kita jebloknya itu di PBB-P2,” katanya.
Ramadani mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memberikan intervensi terhadap penarikan pajak PBB-P2 karena masuk bulan Ramadan. Akan tetapi, setelah selesai menjalankan puasa dan Lebaran, pihaknya akan segera melakukan intervensi di beberapa wilayah yang penerimaan pajaknya dibawah 50 persen.
“Paling nanti abis lebaran akan kita genjot lagi untuk Kasi PAD di wilayah, karena kita ingin agar semua jenis pajak terutama PBB-P2 bisa lebih tinggi lagi penerimaannya dibandingkan tahun lalu,” katanya. (adib)
























