SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Hingga saat ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Pandeglang belum juga melakukan perbaikan terhadap putusnya jalan Cilabanbulan-Ciherangjaya, Kecamatan Menes. Sehingga, masyarakat sekitar mengambil tindakan sendiri.
Diketahui, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat di Desa Ciherangjaya, Kecamatan Cisata dan Desa Cilabambulan, Kecamatan Menes. Warga yang kesal karena lambatnya penanganan dari Pemkab Pandeglang, memiliki alternatif membangun secara swadaya.
Tindakan itu terpaksa dilakukan masyarakat di dua desa, karena aktivitas mereka lumpuh akibat jalan yang ambrol atau terputus sepanjang 30 meter. Terlebih, tidak lama lagi akan ada perayaan Idul Fitri 1445 hijriyah, dan banyak masyarakat yang melintasi jalan tersebut.
“Kita tentunya menyayangkan sampai saat ini belum juga ada tindakan dari Pemkab. Koordinasi buat apa kebanyakan koordinasi, perbaiki saja karena ini memang mendesak dan urgen. Jadi jangan kebanyakan ngobrol, harus langsung bertindak,” kata warga setempat bernama Samsul, Minggu (24/3/2024).
Samsul mengatakan, sejak terjadi musibah ambrolnya jalan tersebut, Pemkab hanya melakukan pengecekan dan pemeriksaan tanpa ada tindakan selanjutnya. Sedangkan masyarakat tidak bisa menunggu lama untuk perbaikan jalan itu.
“Apa sulitnya dibangun, kan anggaran Pemkab juga besar. Kalau memang enggak ada anggaran, kan tinggal dilakukan pergeseran. Katanya harus mengutamakan yang urgen, perbaikan jalan ini sangat urgen malah,” tambahnya.
Kepala Desa (Kades) Cilabanbulan, Kecamatan Menes, Iwan Hermawan mengatakan, selama ini masyarakat sangat membutuhkan jalan tersebut, karena menjadi akses utama. Oleh karena, warga yang ada di dua desa secara swadaya melakukan perbaikan.
“Jadi, untuk dapat melalui jalur itu, kami membuat jalan alternatif. Yang bergotong royong ini anatar masyarakat Cilabanbulan dan Ciherangjaya. Kalau lumpuh total sih enggak, hanya saja mengganggu aktivitas,” ujarnya.
Iwan mengatakan, hingga saat ini masyarakat yang akan pergi ke Menes dari Cisata maupun sebaliknya tidak bisa menggunakan jalan tersebut. Dia berupaya agar bisa melakukan perbaikan jalan menggunakan Dana Desa (DD).
“Warga dari Desa Ciherang Jaya, Palembang, ketika hendak ke Menes melalui jalur ini, begitupun sebaliknya. Maka saat kejadian longsor dan jalan itu terputus membuat aktivitas lumpuh. Semoga untuk pengerasan nanti bisa dianggarkan melalui Dana Desa. Karena masyarakat sangat membutuhkan akses jalan ini,” ujar Iwan.
Sebelumnya diberitakan, Sepekan terputusnya jalan Cilabanbulan-Ciherangjaya, di Desa Cilabanbulan, Kecamatan Menes belum ditangani oleh Pemkab Pandeglang. Akibat hal itu, akses masyarakat terganggu karena ruas jalan penghubung tersebut terputus total.
Diketahui, ruas jalan tersebut merupakan penghubung beberapa Desa diantaranya, Desa Ciherang Jaya, Palembang, Kaduronyok, Kecamatan Cisata dan Desa Cilabanbulan, Sindangkarya, Kecamatan Menes.
Badan jalan tersebut terputus sekira 30 meter akibat longsor pada Senin (11/3/2024) kemarin. Akibat hal itu, ruas jalan tersebut tidak bisa digunakan dan masyarakat harus mencari jalan alternatif lain yang lebih jauh.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pandeglang Ali Fahmi Sumanta mengaku pihaknya belum bisa berbicara banyak mengenai penanganan putusnya jalan tersebut. Oleh karena, harus dilakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
“Saya sudah sampaikan kepada BPBDPK dan DPUPR agar meninjau ke lokasi kejadian untuk memastikan apa saja nanti yang harus kita lakukan. Harus kita koordinasikan dulu penanganannya,” katanya, Kamis (21/3).
Fahmi mengaku belum bisa berbicara banyak mengenai persoalan tersebut karena belum mendapatkan laporan dari lapangan. Akan tetapi, pihaknya akan berupaya supaya jalan tersebut bisa segera dilakukan perbaikan.
“Kita tunggi dulu. Kalau sudah ada keluar penilaian dari instansi terkait, baru bisa kita bertindak. Karena bencana itu kan bukan kehendak kita, kami, atau siapapun, itu semua kehendak Allah,” katanya.
Ditanya terkait besaran anggaran yang akan digunakan untuk memperbaiki jalan yang terputus itu, Fahmi belum bisa menyampaikan secara pasti, karena pihaknya belum berkoordinasi dengan semua pihak terkait.
“Seperti yang saya bilang tadi, kita akan koordinasikan terlebih dahulu, jadi nanti dinilai, dicek bagaimana penanganannya, termasuk berapa besaran anggarannya. Kalau sekarang kita tunggu saja dulu hasil dari lapangan,” imbuhnya. (adib)
























