SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Memeriahkan suasana lebaran Idulfitri 1445 Hijriyah, sekaligus mengisi waktu liburan, sejumlah warga di Kabupaten Pandeglang menggelar aneka permainan rakyat. Diantaranya adalah panjat pinang, gebuk plastik berisi air, balap kelereng, hingga adu bebeledogan atau permainan meriam bambu.
Suasana tersebut, mengingatkan kita pada perayaan kemerdekaan Indonesia atau kita kenal sebagai Agustusan.
Salah satu permainan rakyat itu, dilaksanakan oleh masyarakat Kampung Maja Solokan, dan Maja Masjid, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang.
Di tanah lapang di kampung tersebut, setelah solat Idulfiitri, para pemuda memasang tiang dari pohon pinang yang akan dipakai untuk lomba panjat pinang keesokan harinya.
Tak lupa di bagian atasnya, dibuat bulatan dari pelepah pinang yang dibelah dua kemudian dibentuk menjadi lingkaran. Bagian ini, dipakai sebagai gantungan untuk menggantungkan aneka hadiah hiburan.
Tak lupa, mereka juga membuat jalur dari tali rafia sebagai arena lomba gebuk air dan balap kelereng bagi anak-anak.
Tali rafia juga dibentangkan, sebagai tempat menggantungkan plastik plastik air yang akan jadi sasaran gebukan oleh anak anak.
Pada hari H, suasananya begitu ramai. Meja-meja disusun sebagai tempat panitia. Para ibu beserta anak-anak, sudah berkerumun sejak pagi menantikan pembukaan acara.
Sementara, panitia lomba panjat pinang sudah mulai mengoleskan oli bekas di tiang yang akan dipanjat. Mereka juga menyiapkan selang air, yang nanti akan dipakai untuk menyiram para peserta agar tidak kepanasan.
Sejumlah bapak, juga sudah menyiapkan peralatan sound system dan memutar musik agar suasana lomba lebih meriah.
Segera setelah pidato sambutan dari pejabat RT dan RW, lomba pun digelar.
Sorak sorai masyarakat yang menyemangati para pemuda yang memanjat tiang pohon pinang, menggema di seluruh kampung.
Belum lagi, jeritan para ibu atau emak-emak yang menyemangati anaknya yang sedang berlomba balap kelereng dan gebuk air.
Hiruk pikuk tersebut, ditimpali pula oleh “kekenesan” suara pembawa acara yang bertugas sebagai komentator.
Hal ini, jelas membawa kegembiraan karena terjadi berbagai kejadian lucu selama lomba. Para pedagang juga bersukaria dalam momen ini karena mereka bisa mangkal di lokasi acara dan menjual dagangannya dengan mudah.
Hal serupa, juga dilaksanakan di Kampung Gorobog, Desa Kadubale, Kecamatan Banjar.
Di kampung ini, ada lomba balap kelereng pakai sendok, gebuk plastik berisi air, memasukkan paku ke dalam botol, bahkan panjat pinang bagi para lelaki serta aneka jenis perlombaan lainnya seperti joget balon.
Persis sekali dengan suasana lomba untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, atau biasa kita kenal sebagai Agustusan.
Seorang warga, Edoh Nuraudoh mengatakan, hadiah untuk lomba lomba itu dikumpulkan dari iuran warga. Tua muda, terlibat dalam kegiatan ini dan jadi hiburan tersendiri bagi orang yang lama merantau, karena di momen ini mereka semua berkumpul di satu tempat sehingga dengan mudah bisa bertemu dan mengobrol.
Lain lagi di Kelurahan Pagerbatu, terkadang sejumlah warga menggelar adu layangan peteng atau layangan berukuran besar yang dipasangi alat, yang bisa menghasilkan bunyi melengking mirip suara pesawat terbang.
Kebetulan desa ini terletak di lereng Gunung Karang, sehingga kontur tanahnya miring dan anginnya kencang. Ini sangat cocok untuk menerbangkan layangan besar, dengan suara peteng yang memekik karena layangan menjadi mudah untuk mengudara. (mardiana)