SATELITNEWS.COM, LEBAK–Warga Desa Malabar, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas terdampar di persawahan. Diduga jasad berjenis kelamin laki-laki itu terbawa arus luapan Situ Cilembun. Mayat tersebut kini telah evakuasi ke Rumah Sakit Umum Adjidarmo Rangkasbitung, Jumat (19/4/2024).
Mayat tanpa identitas pertama kali ditemukan oleh seorang petani di persawahan tepatnya di Kampung Koeng, Desa Malabar, Kecamatan Cibadak, sekitar pukul 06.30 WIB. Posisi mayat telungkup dengan kondisi sudah membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap tidak jauh dari aliran Situ Cilembun.
Warga yang tidak mau ambil risiko melaporkan kejadian tersebut ke petugas kepolisian. Petugas gabungan TNI, Polri, BPBD langsung mengevakuasi jasad tersebut dan membawanya ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung.
Babinsa Desa Malabar Serda Dede Ibrahim mengatakan, awal orang yang menemukan mayat adalah seorang petani bernama Syahroni warga Kampung Koeng. Warga yang panik dan langsung melaporkan pemerintah desa, dan dalam hal ini desa berkoordinasi pihak Polsek dan BPBD, untuk menindaklajuti penemuan tersebut.
“Mayat tanpa identitas itu sudah dievakuasi oleh tim gabungan. Dan telah di bawa ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung untuk dilakukan visum luar,” kata Serda Dede di lokasi penemuan.
Namun demikian, pihaknya belum bisa memberikan keterangan dari latar belakang kejadian tersebut dan telah ditangani kepolisian untuk mengungkap penyebab tewasnya pria yang diduga terbawa arus meluapnya Situ Cilembun.
Baca Juga: Terpeleset Lalu Terseret Arus, Remaja di Lebak Hilang di Sungai
“Ya sudah ditangani kepolisian untuk mengungkap motif dan identitas dari mayat tersebut,”tandasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama membenarkan ditemukannya sesosok mayat tanpa identitas di persawahan yang diduga terbawa arus sungai akibat meluapnya Situ Cilembun.
“Sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUD. Untuk motifnya kita juga masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis,” ujarnya.
Banjir yang melanda dua kecamatan yakni Cibadak dan Warunggunung saat ini masih dilakukan asesmen. Untuk sementara data yang masuk 262 rumah yang terdampak.
“Hulu sungai yang berada di Kabupaten Pandeglang, mengakibatkan banjir dengan ketinggian 30 cm sampai 70 cm dan hari ini masih ada daerah yang terendam,” ujarnya.(mulyana)
