SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Universitas Islam Syekh Yusuf (Unis) Tangerang menggelar milad ke-58, Rabu, (24/04/2024) di Lantai VI Aula Gedung Muhammad Astary. Selain civitas akademika, milad juga dihadiri sejumlah undangan seperti Asisten Administrasi Umum Setda Kota Tangerang yang mewakili Pj Wali kota Tangerang Wahyudi Iskandar, Ketua APTISI Banten yang juga Rektor Universitas Raharja Dr Po Abas Sunarya serta undangan dari kampus lainnya.
Acara diawali dengan sidang senat universitas secara terbuka dan pemutaran video sejarah lahirnya Unis Tangerang serta orasi dan sambutan-sambutan. Rektor Unis Tangerang, Prof Mustafa Kamil menyatakan, pada usia yang telah matang ini, Unis harus membuka diri agar mampu menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan generasi yang berkembang secara masif, khususnya Generasi Z dan Generasi Alfa serta Metaverse.
“Oleh karena itu, kurikulum Unis harus didesain berdasarkan kepada perkembangan itu. Kalau Unis tidakmengikuti apa yang terjadi, khususnya berkaitan dengan perubahan di tengah masyarakat dalam konteks pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, saya yakin Unis akan ketinggalan,” ungkapnya usai acara.

Selain itu, ke depan Unis harus mampu menyiapkan kurikulum yang sesuai dengan peraturan yang ditetapkan pemerintah, khususnya Kemendikbudristek. “Jawabannya adalah Kurikulum Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar adalah suatu kurikulum yang bisa diikuti dan mampu menjawab tantangan tersebut. Kami harus menyiapkan infrastruktur sumber daya manusia (SDM) dan kurikulum yang betul-betul didesaian sesuai dengan perubahan dan tantangan tiga zaman ini,” ungkapnya.
Ada pun tantangan yang kini masih dihadapi oleh Unis menurut rektor adalah yakni adanya kekhawatiran SDM. “Jadi kalau dosen belum mampu menyesuaian diri dengan perkembangan tersebut ya Unis ketinggalan, berikutnya adalah pembukaan program studi yang juga mampu didesain untuk menjawab tiga tantangan tadi, mulai dari Generasi Z SDGs (Sustainable Development Goals) serta metaverse. Kami dari sekarang mencoba membenahi seluruh infrastruktur untuk menjawab tantangan tersebut,” ungkapnya.
Disinggung langkah antisipasi yang sudah dan sedang dilaksanakan oleh Unis menurut Prof Mustafa Kami adalah dengan menyiapkan riset unggulan, yakni berupa karya-karya ilmiah dosen yang mampu menjawab tiga tantangan di atas. “Berikutnya menyiapkan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka di mana hampir tiap tahun mahasiswanya Unis diterima kuliah di berbagai kampus di nusantara ini, baik dalam konsep nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Baca Juga: Perubahan APBD 2026: Pemkot Tangsel Tambah Anggaran Pendidikan, Kesehatan hingga Infrastruktur
Selanjutnya adalah dengan mencoba meningkatkan kompetensi dan keahlian dosen serta tingkat pendidikan seluruhnya pada jenjang S3 serta kepangkatan dosen bukan saja pada lektor maupun lektor kepala melainkan hingga guru besar.
“Berikutnya ialah mencoba mendesain infrastruktur baru untuk menjawab tantangan, khususnya berkaitan dengan cyber learning atau distance education, dan sekarang kita mulai mendesaian model pembelajaran dan metodologi pembelajaran dan teknologi pendukung,” ujarnya.
Dirinya berharap Unis Tangerang dalam jangka waktu tidak terlalu lama yakni tepatnya pada tahun 2030 Unis sudah lebih siap menjawab tantangan tadi dan dengan tonggak yang sudah kita canangkan saat milad ke-57 tahun. “Ada pun rancangan induk didesain pada milad ke-58. “Maka 2030 diharapkan Unis sudah leading, nggak ada lagi ada yang tertinggal dan nggak ada lagi dosen S2 serta berpangkat asisten ahli kecuali dosen baru,” ungkapnya. Dalam acara milad, juga dilakukan acara potong tumpeng, pemberian penghargaan pada mahasiswa berprestasi hingga pemberian santunan kepada anak yatim/piatu. (made)
























