SATELITNEWS.COM, SERANG— Ribuan warga Baduy, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak mengikuti kegiatan seba. Dalam acara tradisi tersebut, mereka berjalan kaki bersilaturahmi dengan Bapak Gede (Gubernur Banten) setelah lebih dahulu hadir di Kabupaten Lebak.
Melihat tradisi ini, bakal calon gubernur Banten Arief Wismansyah menyampaikan kekaguman dan apresiasinya. “Budaya yang sangat menarik. Mungkin satu-satunya di Indonesia di mana ribuan masyarakat adat bersilaturahmi dengan pemerintah daerah pada saat bersamaan,”ujarnya.
Dia juga menambahkan Seba adalah bukti bahwa Banten kaya akan budaya dan tradisi yang bisa membuat Banten makin dikenal masyarakat dari berbagai penjuru. “Maka sudah pasti harus terus dijaga, baik kelestarian alam dan budaya di Baduy,” ucapnya. Pada momentum tersebut, bisa sekaligus dijadikan kesempatan untuk menyerap aspirasi dari masyarakat adat yang berbasis kearifan lokal. “Sehingga partisipasi masyarakat dalam pembangunan benar-benar terwujud,”katanya.
Berdasarkan literasi, Seba adalah kata dalam bahasa Baduy yang artinya persembahan. Dalam konteks upacara seba, masyarakat Baduy atau Urang Kanekes akan mempersembahkan hasil panen kepada pemerintah. Dari sejarahnya, Seba sudah dilakukan oleh masyarakat Baduy dalam kurun waktu yang lama. Konon, upacara Seba ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam tepatnya pada masa kejayaan Kesultanan Banten.
Tradisi Seba ini juga menjadi wujud kesetiaan dan ketaatan masyarakat Baduy kepada pemerintah. Pemerintah yang dimaksud dalam hal ini adalah Pemerintah Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten. Tujuan upacara seba dapat diartikan sebagai kunjungan resmi masyarakat Baduy setelah musim panen.
Sebelum Seba digelar, masyarakat Baduy menggelar upacara bulan Kawalu selama tiga bulan. Di mana, masyarakat Baduy yang sudah berusia 15 tahun harus berpuasa. Pada prosesi itu, bagi masyarakat luar dilarang masuk terkecuali kepentingan kedinasan dan itu harus mendapat izin dari pemerintah desa setempat. Upacara itu digelar sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas keberhasilan panen.
Baca Juga: Bukber dan Padel: Sore Santai Arief Wismansyah Bersama Wartawan Tangerang
Secara umum, Seba memiliki tujuan serupa harapan keselamatan dan ungkapan rasa syukur. Adapun tujuan upacara Seba secara khusus antara lain membawa amanat pu’un atau ketua adat, memberikan laporan, menyampaikan harapan dan menyerahkan hasil bumi.
Dalam praktiknya, upacara Seba diikuti oleh ribuan masyarakat Baduy Luar dan Baduy Dalam. Kedua kelompok masyarakat Baduy itu akan dibedakan dengan warna pakaian yang dikenakan. Baduy Dalam mengenakan pakaian dan ikat kepala berwarna putih. Sedangkan Baduy Luar mengenakan pakaian berwarna hitam dan ikat kepala berwarna biru.
Setelah itu, masyarakat Baduy akan melanjutkan dengan upacara Ngalaksa. Ngalaksa ini berupa silaturahmi kepada kerabat dan tetangga sambil membawa hasil panen. Selanjutnya seba digelar, namun untuk waktu pelaksanaan seba berdasarkan hasil yang disepakati sesepuh adat maupun pemerintah setempat. (made)
