SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Serang, mengingatkan para pelajar atau generasi muda agar tidak terjerumus pada narkoba.
Karena, bahaya narkoba bukan hanya terhadap fisik, juga terhadap mental, kemudian berikutnya terhadap persoalan sosial.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Serang, Epi Priatna mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah generasi muda ataupun masyarakat di Kabupaten Serang agar tidak terjerumus pada narkoba.
Diantaranya, melalui program sosialisasi ke sekolah-sekolah, diantaranya yang sudah dilakukan yaitu di SMAN Pamarayan, SMPN Pamarayan.
“Kita juga menyebarkan spanduk di semua kecamatan dan beberapa OPD untuk mengingatkan kepada masyarakat, kepada kita semuanya agar betul-betul tahu narkoba ini bahaya yang sangat luar biasa,”ujarnya, Minggu (30/6/2024).
Sementara, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, mengajak kepada semua lapisan masyarakat untuk saling mengingatkan serta saling menjaga agar tidak terjerumus akan bahayanya narkoba.
Karena menurutnya, narkoba bukan hanya menyasar kalangan para pelajar dan masyarakat, melainkan kesemua sendi termasuk aparat pemerintahan.
“Kita terus saling mengingatkan bahayanya narkoba, harus terus saling mengingatkan, saling menjaga karena dari dampak (narkoba) itu sangat luar biasa,” kata Tatu.
Tatu mengungkapkan, setiap tahun Pemerintah Daerah memperingati hari anti narkotika, dalam kegiatan ini tentunya harus adanya komitmen bukan hanya di jajaran Pemkab Serang. Akan tetapi, semua stakeholder agar turun ke masyarakat untuk saling mengingatkan terhadap generasi muda akan bahaya narkoba itu seperti apa.
“Bahaya narkoba bukan hanya terhadap fisik, juga terhadap mental, kemudian berikutnya terhadap persoalan sosial,” ujarnya.
Kata Tatu, menjadi tugas Pemda Serang dan unsur Forkopimda serta BNN untuk mengajak dan membentuk forum di masyarakat untuk menolak serta menjaga lingkungannya dari bahaya narkoba. Seperti menyampaikan kepada anak-anak, siswa-siswa atau masyarakat dari bentuk-bentuk narkotika itu sendiri bagi yang belum tahu belum dan melihat.
“Jadi melibatkan tokoh masyarakat, alim ulama, kemudian tokoh pemuda. Nah ini bentuknya dalam kerja sama antara pemda, BNN dan Forkopimda. Narkoba akan menghancurkan semua kekuatan negara kita, kalau anak-anak kita di hancurkan, dihabiskan kedepan generasi penerus seperti apa,” ujarnya. (sidik)