SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, berupaya melakukan percepatan penurunan stunting sesuai target nasional 14 persen. Upaya yang dilakukan antara lain, dengan penyuluhan terhadap anak – anak remaja dan calon pengantin.
Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, jika melihat penurunan angka stunting se-Provinsi Banten, Kabupaten Serang memang tertinggi. Namun pihaknya masih terus berupaya melakukan percepatan penurunan stunting sesuai target nasional 14 persen, meskipun lumayan berat.
“Sekarang pemerintah Kabupaten Serang mendapatkan program kemitraan bersama BKKBN, didalamnya ada USAID dan Swasta. Mudah mudahan dengan program bersama ini kita bisa melakukan percepatan penurunan stunting,” kata Tatu, Kamis (4/7).
Adapun upaya yang dilakukan untuk menurunkan stunting tersebut, kata Tatu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang selama ini selalu keroyokan dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos).
Oleh karena ketika ada program bantuan seperti ini dari nasional, maka dengan mudah memakai infrastruktur yang ada seperti yang sudah dilakukan.
“Dari mulai pencegahan misalnya penyuluhan anak remaja atau calon pengantin, jadi kita tidak hanya menangani anak yang sudah stunting, karena sebetulnya agak sulit, butuh waktu panjang. Ini sudah terbukti kita mampu menurunkan angka stunting cukup signifikan,” ujarnya.
Baca Juga: Tahun 2027, Pemkab Serang Gelar Pilkades Serentak di 191 Desa
Sementara itu, Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang, Encup Suplikah mengatakan, berdasarkan data yang dimiliknya angka stunting di Kabupaten Serang pada tahun 2022 dari sebelumnya 27,2 persen turun menjadi 26,3 persen, kemudian di tahun 2023 menjadi 23,9 persen. Sedangkan target di 2024 menjadi 14 persen.
“Mudah mudahan dengan adanya program Pasti dari pusat yang bekerjasama dengan BKKBN bisa menangani stunting dengan baik. Ada dua Kecamatan yang menjadi contoh dalam program tersebut yaitu Cikeusal dan Kramatwatu,” ujarnya.
Disinggung terkait dengan jumlah stunting di Kabupaten Serang, Encup mengungkapkan bahwa di Kabupaten Serang tadinya ada 9.436 anak yang stunting, kemudian pada tahun 2023 turun menjadi 5.408 anak.
“Sebarannya paling banyak di Kecamatan Kramatwatu dan Cikeusal,” pungkasnya. (sidik/mardiana)
























