SATELITNEWS.COM, LEBAK—Samudi (66) warga Kampung Cipalit, Desa Banjarsari, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak tinggal di gubuk reyot di pinggiran hutan. Lansia yang tinggal seorang diri tersebut kini hanya bisa pasrah dan berharap bantuan dari para dermawan.
Gubuk yang terbuat dari kayu dan bambu sudah mulai lapuk hingga nyaris ambruk. Sementara untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sang kakek hanya mengandalkan hasil dari penjualan daun tanaman singkong dan belas kasih warga.
Tinggal di gubuk reyot seorang diri selama bertahun-tahun, Samudi yang sejak ditinggal mati istrinya mengaku tidak tahu harus kemana. Karena anaknya sudah sudah berumah tangga di luar daerah serta ekonominya di bawah rata-rata. Sehingga tidak memungkinkan Sarmudi ikut dengan anaknya dan ia lebih memilih tinggal seorang diri di gubuk yang kondisinya reyot.
Sementara gubuk yang terbuat dari kayu dan bambu tersebut kini mulai lapuk. Dinding dan atap gubuk hanya ditutupi kain usang dan spanduk. Bahkan di setiap sisi bangunan terlihat miring dan nyaris roboh sehingga terpaksa di sangga tiang bambu. Selain itu kondisi tersebut sangat miris dikala terjadi hujan deras disertai angin kencang dan dikhawatirkan robih menimpa dirinya. “Iya tinggal sendiri, untuk makan seadanya hasil jualan daun singkong, atau minta ke keluarga yang dekat,” ujar Samudi, Minggu (7/7/2024).
Di gubuk berukuran 3×4 meter tanpa kamar serta lampu penerangan tersebut menjadi tempat menghabiskan waktu tuanya untuk beristirahat dan tanpa alat kasur yang layak. Tak hanya itu, gubug yang berada tepat di sisi sungai tersebut membuat kekhawatiran kakek sumadi saat terjadi hujan lebat. “Kalau ada hujan bocor, dan takut roboh. Ya mau gimana lagi, pasrah aja,” katanya. “Berharap ada bantuan dari pemerintah untuk bangun rumah, kalau bantuan BLT ada,” tandasnya. Hingga berita ini di terbitkan, SatelitNews.Com masih berusaha menghubungi Dinas Sosial, mengenai Samudi yang hidup di gubuk reyot.(mulyana)
























