SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Kementerian Sosial (Kemensos) RI, memberikan bantuan kepada Mutmainah (10) anak yatim yang menjadi buruh tani. Secara keseluruhan, bantuan yang diberikan lebih dari Rp40 juta.
Pegawai Direktorat Jaminan Sosial (Jamsos) Kemensos RI, Dini Amalia mengatakan, bantuan yang diberikan itu setelah dirinya mendapat informasi dari berita mengenai adanya warga Cibitung yang membutuhkan bantuan. Kemudian, pihaknya segera berkoordinasi dengan semua pihak agar bisa memberikan bantuan sekaligus melihat langsung kondisi di lapangan.
Hasilnya, pihaknya kemudian segera memberikan bantuan kepda yang bersangkutan, termasuk perbaikan rumah agar menjadi layak melalui program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) dengan alokasi anggaran sebesar Rp20 juta.
“Rumah Bu Eros ini, dalam waktu dekat akan dibangun rumah permanen dengan menggunakan dana Rp20 juta dari program RST. Karena menurut kami layak dibantu. Untuk pendamping PKH agar dibantu membuat proposalnya,” kata Dini, Minggu (21/7/2024).
Koordinator Tim Sentra Galih Pakuan, Erni Susanti mengatakan, setelah mendapat berita warga miskin membutuhkan bantuan, pihaknya bersama pihak Kemensos kemudian bersepakat untuk mendatangi rumah Mutmainah, yaitu anak yatim yang menjadi kuli padi.
Pihaknya langsung melakukan assessment, sekaligus memberikan bantuan sandang dan pangan berupa beras, ikan kaleng, mie, sabun, kecap, susu dan lainnya. Bantuan itu langsung diberikan yang bersangkutan agar bisa dipergunakan dengan baik.
“Ini bantuan sementara, sifatnya untuk hari ini saja, kami akan belanja lagi ke pasar untuk membeli kasur, kipas angin, perlengkapan sekolah seperti baju, tas dan lainnya. Tapi mobil losbak untuk ngantar barangnya, bisa enggak ke sini ya?,” tambahnya.
Eros (60), orang tua Mutmainah, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada keluarganya. Dia berharap, bantuan tersebut bisa mendatangkan manfaat dan bisa menjadi pintu bagi dirinya membuka usaha.
“Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas kehadiran bapak dan ibu di gubuk reyot ini. Semoga bantuan yang kami terima bermanfaat,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Ketimpangan sosial masih terjadi di Kabupaten Pandeglang. Salah satunya menimpa seorang anak yatim bernama Mutmainah (10) di Kampung Belengbeng, Desa Kutakarang, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang.
Siswi kelas lima Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kutakarang 2 ini terpaksa menjadi buruh atau kuli pengering padi untuk mendapatkan uang dan membiayai kebutuhan sekolah dan keluarganya.
Anak keempat dari lima bersaudara ini terpaksa menjadi buruh kasar diusianya yang masih belia karena faktor ekonomi. Kegiatan itu dia lakukan setelah ayahnya meninggal dunia setahun lalu karena mengidap penyakit kangker. Sedangkan ibunya hanya bekerja sebagai buruh tani.
Saat ini, Mutmainah tinggal di rumah semi permanen bersama ibu dan adiknya. Sedangkan kakak kandungnya ada yang sudah berumah tangga, mondok di pondok pesantren, dan bekerja di Jakarta.
Mutmainah mengaku, menjadi kuli mengeringkan padi biasa dilakukannya setelah pulang sekolah atau dihari libur. Dalam satu hari, dirinya biasa mendapatkan imbalan atas pekerjaannya sebesar Rp10 ribu. Uang itu dia gunakan untuk keperluan sekolah dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Kan biasanya ibu bantu panen padi di sawah orang, terus pulang sekolah saya nyusul ibu ke sawah untuk bantu menjemur padi, kalau jemur padi biasa dikasih upah Rp10 ribu, uangnya dikasih ke ibu buat tambah uang jajan sekolah dan beli beras,” katanya, Senin (15/7).
Dia mengaku, tidak malu dengan pekerjaan yang dilakukannya itu, karena memang demi kepentingan keluarga. Dia juga tidak keberatan apabila waktunya untuk bermain bersama teman-temannya digunakan untuk mencari uang.
“Iya, tidak malu kan demi membantu ibu mencari uang, terus setiap hari juga sekolah, biar bisa jadi dokter. Mudah-mudahan harapannya bisa terwujud,” imbuhnya. (adib)
























