SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Seorang nelayan tenggelam, Yoni (18), warga Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban langsung dievakuasi, dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
Kepala Seksi (Kasi) Operasi Badan Search and Rescue (Basaenas) Banten Hairoe Amir Abyan mengatakan, hari kedua pencarian seorang korban tenggelam berhasil ditemukan, dalam kondisi tak bernyawa. Dua regu pencari, berhasil menemukan jenazah korban tidak jauh dari lokasi perahu terbalik.
Penemuan itu, lanjutnya, setelah melakukan pencarian dengan membagi Tim menjadi dua SRU, SRU 1 melakukan pencarian menggunakan kapal nelayan dengan radius 10 nanometer (NM) dengan spacing 0.5 NM. Kemudian SRU 2 melakukan pencarian, dengan menyusuri pantai sejauh 3 Kilometer ke Arah Timur dan 3 Kilometer ke arah barat.
“Tim SAR berhasil menemukan satu orang nelayan yang hilang, pada pencarian hari ke dua. Yoni (18) yang merupakan Warga Desa Rancapinang, Kabupaten Pandeglang, Banten, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 13.45 WIB, dengan jarak 20 meter dari bibir pantai dan langsung dibawa ke rumah duka,” katanya, Senin (5/8/2024).
Pria yang akrab disapa Heru ini, berpesan kepada para nelayan atau masyarakat yang akan berwisata menggunakan perahu, agar selalu waspada dan hati-hati, terutama ketika ombak besar. Hal itu karena berpotensi menyebabkan kecelakaan laut dan mengancam keselamatan.
“Tetap harus waspada karena musibah enggak ada yang tahu. Makanya periksa semua kesiapan perahu, mesin juga periksa supaya enggak ada masalah. Jangan lupa membawa dan memakai alat keselamatan laut sebagai antisipasi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Baca Juga: Erupsi GAK Terus Meningkat, Sekolah di Pandeglang Berlakukan BDR
Kepala Desa (Kades) Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Muhamad Epan Kusuma mengatakan, setelah ditemukan jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka menggunakan ambulance untuk kemudian dimakamkan.
Kejadian ini, kata dia, menjadi pelajaran bagi semua pihak agar terus berhati-hati dan mewaspadai kecelakaan di Laut.
“Langsung dibawa untuk dimakamkan oleh pihak keluarga. Enggak jauh ditemukannya dari lokasi kecelakaan kemarin, jadi memang ombaknya sedang tinggi dan kita harus selalu waspada dan hati-hati saat melaut,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Satu perahu nelayan digulung ombak di pantai di Kampung Rancecet, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Minggu (4/8/2024). Akibat kejadian itu, satu orang penumpang atas nama Yoni hingga pukul 20.43 WIB belum ditemukan.
Kejadian itu, kata dia, bermula ketika rombongan dengan tujuh orang berangkat dari pantai di Kampung Rancecet, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu sekira pukul 15.00 WIB.
Namun sayang, perahu yang dikemudikan itu mati mesin lima belas meter dari arah pantai. Setelah itu, perahu dihantam ombak besar hingga dek kapal dipenuhi air dan menyebabkan kapal terbalik. Ketujuh penumpang yang semula akan pergi memancing dan menangkap ikan itu pun hanyut terbawa ombak.
Baca Juga: Abu Vulkanik Erupsi GAK Hujani Pandeglang, Bupati Dewi: Gunakan Masker dan Kacamata
“Iya ada tujuh orang yang tenggelam tapi enam orang berhasil diselamatkan. Dua orang yang harus diinfus bernama Suryadi dan Ikbal, tetapi kondisinya sudah membaik. Kemudian empat orang lainnya mengalami lemas yaitu Boni, Arna, Yanto, dan Rohim, tapi sudah membaik juga,” kata Epan.
“Namun, ada satu orang yang sampai sekarang belum berhasil ditemukan, yaitu Yoni. Kalau enam orang lainnya sudah berhasil selamat dan kondisinya juga sudah mulai membaik, cuman satu orang ini yang belum ditemukan,” sambungnya. (adib)
























