SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Memasuki musim kemarau, beberapa wilayah di Kabupaten Pandeglang mulai mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Wilayah yang mulai kesulitan air bersih itu yakni, Kecamatan Sindangresmi, Sukaresmi, dan Kecamatan Patia.
Ketua Forum Kampung Siaga Bencana (KSB) Banten, Madsira mengatakan, dari laporan yang diterimanya, ada beberapa wilayah di Pandeglang mulai mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Seperti, di Kecamatan Sukaresmi dan beberapa desa yang ada di kecamatan tersebut.
“Ada beberapa desa di Kecamatan Sukaresmi, yang mulai mengalami kekeringan seperti Desa Perdana, Karyasari, Seuseupan, Pasirkadu, Weru, dan Desa Cikuya. Kita juga sudah komunikasikan hal itu dengan instansi terkait, sebagai upaya pencegahan,” kata Madsira, Minggu (11/8/2024).
Pria yang akrab disapa Beni ini mengatakan, ada beberapa wilayah di Pandeglang yang kerap kesulitan mendapatkan air bersih, ketika masuk musim kemarau.
Hal itu terjadi, karena lokasi tersebut berada di daerah perbukitan atau jauh dari sumber mata air.
“Setiap tahun atau setiap musim kemarau, memang selalu ada wilayah yang kesulitan mendapatkan air bersih. Kita sudah sampaikan beberapa skema atau solusi, untuk mengatasi hal itu, mudah-mudahan saja ada tindaklanjutnya sebagai upaya pencegahan,” ujarnya.
Baca Juga: Bantu Wilayah Terdampak Kekeringan, PMI Banten Salurkan 840 Ribu Liter Air Bersih
Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, Endan Permana mengakui, pihaknya sudah menerima laporan mengenai wilayah Pandeglang yang mulai mengalami kekeringan.
Kata dia, pihaknya langsung ke lokasi tersebut untuk membantu mengirimkan pasokan air bersih, agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.
Dia juga meminta, agar warga segera melaporkan apabila mulai kesulitan mendapatkan air bersih.
“Terakhir, kami menerima laporan ada Kecamatan Sukaresmi dan Kecamatan Patia yang sudah mengalami krisis air bersih. Kita juga langsung kirimkan bantuan air bersih, sebanyak empat ribu liter kepada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih,” ujarnya.
“Seperti di Kampung Nyalindung dan Kampung Sidamukti, Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi. Di sana ada 66 KK (Kepala Keluarga) atau 250 warga yang mulai kesulitan air bersih, karena sudah dua bulan enggak turun hujan,” imbuhnya. (adib)
























