SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Memasuki hari keempat, penanganan kebakaran di Pulau Deli, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, belum tuntas ditangani. Belasan titik api, masih membakar hutan yang ada di pulau terluar Kabupaten Pandeglang tersebut.
Keterbatasan sarana pemadam kebakaran dan personel, menjadi kendala utama sulitnya memadamkan api yang membakar 20 titik hutan, seluas 14 hektare tersebut.
Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, Yosep Mardini, mengakui pihaknya kesulitan melakukan pemadaman kebakaran hutan di Pulau Deli.
Dihari keempat, penanganan kebakaran itu, pihaknya bersama tim gabungan baru bisa melakukan pemadaman di beberapa titik, atau lokasi hutan di Pulau Deli.
“Belum padam, api masih terus meluas dan membakar hutan di Pulau Deli, tersebar di belasan titik, kita masih melakukan pemadaman,” kata Yosep, Rabu (25/9/2024).
Yosep mengatakan, kendala utama sulitnya memadamkan api itu karena keterbatasan peralatan, karena pihaknya hanya membawa dua unit mesin alkon, selang Damkar 11 gulung, tandon air berkapasitas empat ribu liter, nozle gambut satu unit, nozle gun satu unit, dan galon bekas beberapa buah.
“Kita kekurangan alat pemadam, harusnya penampung air ada dua, nozle zet harusnya tiga unit, alat semprot pertanian masih manual 10 unit, genset 5000 wat, kabel set instalasi, penerangan kurang, lem perahu karet,” tambahnya.
“Kita juga masih membutuhkan penambahan personel Damkar 50 orang, butuh penambahan logistik untuk tujuh hari. Karena kita bermalam di Pulau Deli sampai api benar-benar padam dan tidak kembali membakar hutan,” tuturnya.
Dikonfirmasi terpisah, Anggota DPRD Pandeglang M. Habibi Arafat, menyarankan agar Pemkab Pandeglang segera melakukan koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak terkait agar bisa membantu melakukan pemadaman kebakaran hutan di Pulau Deli.
“Sebaiknya, segera minta bantuan ke Pemprov Banten, Polair, dan lainnya supaya proses pemadaman bisa dilakukan dengan cepat. Karena kalau terlambat dipadamkan, bisa-bisa api terus merambat ke lokasi yang tidak terbakar,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, kebakaran hebat terjadi di Pulau Deli, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. Sejak tiga hari lalu, api yang membakar 14 hektare lahan tersebut, belum bisa dipadamkan.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Endan Permana mengatakan, sejak tiga hari lalu pihaknya berada di Pulau Deli untuk memadamkan api yang membakar lahan seluas 14 hektare tersebut.
Dalam proses pemadaman, pihaknya menerjunkan delapan personel dibantu Satuan Tugas (Satgas) Pamputer Marinir 22 personel, Polsek Cikeusik tiga personel, dan pihak terkait lainnya. Sedikitnya, kata dia, ada 20 titik api di lahan 14 hektare tersebut dan baru bisa dipadamkan satu titik.
“Hari pertama, Minggu (22/9/2024), dilakukan mapping titik kebakaran serta pengangkutan alat pemadam kebakaran menggunakan tranportasi perahu kecil atau kincang. Namun ketika akan berangkat perahu terbalik sehingga alat pemadam kebakaran berupa dua unit Alkon tercebur dan mengalami kendala sehingga tidak bisa digunakan,” katanya, Selasa (24/9/2024).
“Hari kedua, giat dilanjutkan penanganan pemadaman dititik pertama hingga pukul 16.00 WIB, dengan hasil dapat memadamkan satu titik kebakaran. Hari ini, pemadaman kebakaran hutan kembali dilakukan dengan sisa titik 19 titik kebakaran,” imbuhnya. (adib)