SATELITNEWS.COM, LEBAK – Kebakaran hebat menghanguskan satu ruangan belajar anak usia dini di Kampung Pasir Konci, Desa Sangiang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar, Kamis (3/10/2024). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sekolah swasta bernama sekolah alam tersebut ditaksir menderita kerugian puluhan juta rupiah.
Berdasarkan informasi, kebakaran yang menghangsukan satu ruangan belajar tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Sekolah yang jauh dari pemukiman penduduk dengan cepat rata dengan tanah usia api melalapnya. Sebab, banyak material dari bambu serta cuaca panas, memudahkan api dengan cepat merambah dan membakar seluruh bangunan.
Warga yang mengetahui kejadian itu tidak bisa berbuat banyak selain melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran (Damkar) Lebak.
Warga setempat sekaligus saksi mata Surman menyatakan, bahwa saat kejadian warga sudah melihat api berkobar ke atap dan membakar seluruh bagian gedung sekolah yang didominasi dari bambu tersebut.
“Jadi tiba-tiba sudah berkobar pada atap. Saya kaget dan memberikan kabar ke tetangga dan setelahnya segera menghubungi Damkar Lebak untuk melakukan penanganan,” kata Surman.
“Kita mau coba memadamkan, api terus membesar ditambah material bangunan hampir semua terbuat dari bambu dan kayu sehingga memudahkan api membakarnya. Dugaan sementara itu akibat korsleting listrik,” tandasnya.
Baca Juga: Belasan Warga Sesak Nafas Akibat Kebakaran Sampah di Tangsel, Sekolah Diliburkan
Plt Kasi Penanggulangan Damkar Lebak, Evi Hermawan mengatakan, usai mendapatkan laporan, anggota langsung menuju ke lokasi. Namun karena jarak tempuh yang jauh, kondisi bangunan sudah hangus terbakar.
“Tadi kejadian kebakaran sekitar 10.30 WIB. Kita mendapatkan laporan sekitar 10.59 WIB. Jadi Alhamdulillah saat tiba di lokasi api sudah padam,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari dugaan sementara kebakaran disebabkan karena korsleting listrik yang berada di salah satu ruangan Sekolah Alam Indonesia Rangkasbitung.
“Dari dugaan sementara kebakara karena korsleting listrik, sehingga memicu terbakarnya gedung di Sekolah Alam yang digunakan oleh anak-anak siswa,” tandasnya.(mulyana)
























