SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Selama menggelar Operasi Zebra Maung, yang dimulai sejak 14 sampai 27 Oktober 2024. Satlantas Polres Pandeglang, menindak sebanyak 2.410 pengendara. Pelanggaran yang banyak dilakukan itu, tidak menggunakan helm standar.
Kasatlantas Polres Pandeglang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ferry Octaviari Pratama mengatakan, pihaknya telah selesai melakukan Operasi Zebra Maung 2024 dan telah menindak ribuan pengendara. Banyaknya pengendara yang melakukan pelanggaran itu, mencerminkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
“Hasil operasi, tilang manual 918 pengendara dan teguran tertulis 1.492 pengendara. Masih banyak masyarakat yang melakukan pelanggaran, ya kesadaran dalam berlalu lintas memang masih harus ditingkatkan,” kata Ferry, Selasa (29/10/2024).
Ferry menjelaskan, ada berbagai jenis pelanggaran yang biasa dilakukan para pengendara dijalanan, seperti tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI), menggunakan pelat nomor palsu, dan knalpot racing atau brong. Sementara roda empat bermuatan melebihi kapasitas.
Oleh karena itu, selain memberikan teguran secara lisan, pihaknya juga memberikan teguran secara tertulis agar para pengendara tidak kembali melakukan kesalahan yang sama. Oleh karena, kecelakaan dalam berlalu lintas bukan hanya mengancam keselamatan pribadi, tetapi juga pengendara lainnya.
“Kalau pemotor pelanggarannya itu di helm, knalpot brong atau enggak sesuai spek tak, menggunakan nopol palsu. Kalau untuk roda empat atau mobil, pelanggaran paling banyak tidak menggunakan safety belt, ODOL, langgar lampu lalin,” tambahnya.
Baca Juga: Tim Satlantas Polres Pandeglang Tindak Tegas Kendaraan Sumbu III
Ferry juga mengatakan, selain melakukan tindakan berupa teguran tertulis, pihaknya juga mencatat ada satu kecelakaan selama operasi berlangsung. Dalam kecelakaan itu, satu korban mengalami luka berat dan kerugian materil sebesar Rp8 juta.
“Kecelakaan ada satu waktu kita melakukan operasi,” tandasnya.
Kapolres Pandeglang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Oki Bagus Setiaji mengatakan, pihaknya akan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih tertib dalam berlalu lintas demi keselamatan pribadi dan pengendara lainnya.
Selain itu, lanjutnya, hasil razia kali ini menunjukkan adanya kenaikan jumlah pelanggaran dibandingkan razia sebelumnya.
“Kita imbau dan sosialisasikan kepada masyarakat agar lebih taat dan patuh selama berkendara. Hasil razia kemarin ada peningkatan sampai 53 persen jumlah pelanggaran dibandingkan dengan razia sebelumnya,” imbuhnya. (adib)
























