SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, mencatat, selama krisis air bersih pihaknya sudah mendistribusikan air sebanyak 1,160.000 liter. Hingga saat ini, instansi tersebut masih melakukan pendistribusian air bersih.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBDPK Kabupaten Pandeglang Lilis Sulistiyati mengatakan, pihaknya sudah mendistribusikan lebih dari satu juta air bersih untuk masyarakat yang terkena dampak kemarau. Bantuan tersebut, dibiayai dana Tidak Terduga (TT) pada pos APBD Pandeglang tahun anggaran 2024 sebesar Rp300 juta.
“Sudah lebih dari satu juta liter air bersih, yang kita berikan kepada masyarakat. Karena memang, musim kemarau yang terjadi hampir merata di semua wilayah Pandeglang, terutama di bagian selatan Pandeglang,” kata Lilis, Selasa (5/11/2024).
Banyaknya air bersih yang diberikan itu, lanjutnya, karena banyak wilayah di Pandeglang yang terkena bencana kekeringan. Yakni, tersebar di 19 kecamatan atau sebanyak 68 desa, dan terjadi lebih dari empat bulan lebih, bahkan ada yang sampai enam bulan.
“Kekeringan tahun ini terjadi di 230 kampung dan menyebabkan 21.699 KK (kepala keluarga) atau 58.818 orang mengalami krisis air bersih. Tetapi kita terus berikan bantuan air bersih bagi masyarakat yang mengusulkan bantuan,” tambahnya.
Lilis mengatakan, dalam satu hari pihaknya bisa mendistribusikan air bersih ke empat sampai lima titik di berbagai wilayah. Bantuan tersebut rutin diberikan setiap hari kepada masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: DPRD Kota Tangerang Dorong Penyediaan Air Bersih dan Salat Istisqa
“Setiap hari kita berikan bantuan air bersih kepada masyarakat. Karena memang banyak sumber mata air yang menyalami kekeringan selama musim kemarau,” tandasnya.
Dia berharap, kekeringan dan krisis air bersih yang melanda wilayah Kabupaten Pandeglang bisa segera selesai, mengingat sudah beberapa hari lalu terjadi turun hujan, meskipun belum merata.
“Kita harapkan bisa segera berakhir krisis air bersihnya, karena memang sudah mulai masuk musim hujan. Semoga saja kekeringan ini bisa segera usai, kalau pun belum, kita akan terus distribusikan bantuan air bersih,” pungkasnya.
Sementara, Sekretaris Camat (Sekmat) Cadasari Eka Rahmawijaya mengaku, masih ada beberapa desa di wilayahnya yang mengalami krisis air bersih. Salah satu penyebab hal itu, bukan hanya karena musim kemarau, melainkan karena terjadinya penggundulan hutan di Gunung Karang.
“Masih kemarau, beberapa daerah kita masih kesulitan mendapatkan air bersih. Bukan hanya karena kemarau, banyak pohon ditebang di Gunung Karang dann terjadi penggundulan, makanya sumber mata air jadi terganggu dan mudah kering,” imbuhnya. (adib)
























