SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, telah menggunakan dan Tidak Terduga (TT) sebesar Rp200 juta lebih.
Alokasi anggaran pada pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 itu dipergunakan untuk mendanai pendistribusian air bersih kepada puluhan ribu masyarakat Pandeglang.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan mengatakan, pihaknya sudah menggunakan dana TT sebesar Rp200 Juta lebih sejak ditetapkan menjadi status siaga kekeringan dan krisis air bersih.
Dana itu, kata dia, digunakan untuk membeli air dan dikirimkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Dana TT yang sudah terpakai lebih dari Rp200 juta dan kota enggak mengajukan tambahan anggaran lagi, kita maksimalkan dana yang ada untuk terus memberikan air bersih kepada masyarakat,” kata Riza, di gedung DPRD Pandeglang, Kamis (7/11/2024).
Riza mengatakan, meski pihaknya sudah melakukan perpanjangan masa tanggap kekeringan dan krisis air bersih hingga 30 November 2024, BPBDPK Pandeglang tetap menggunakan sisa anggaran yang diberikan oleh Pemkab Pandeglang.
“Sekarang kita perpanjang tetapi anggarannya masih ada. Kalau pun nanti ada sisa, akan kita kembalikan ke kas daerah. Kita tidak ajukan penambahan karena memang dana TT Rp300 juta masih ada dan bisa kita pergunakan,” tambahnya.
Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana mengatakan, alasan dilakukannya perpanjangan masa tanggap bencana kekeringan dan krisis air bersih, karena masih ada wilayah yang belum keluar dari bencana tersebut.
“Walaupun sudah turun hujan beberapa hari terakhir, kemarin kita masih mengirimkan air bersih, karena masih terjadi krisis. Terutama di Kecamatan Cikeusik, itu menjadi daerah yang paling parah mengalami kekeringan dan krisis air bersih,” ujarnya.
Nana mengatakan, meski masih ada daerah yang mengalami kekeringan, namun jumlahnya mulai berkurang lantaran terjadi hujan selama beberapa hari. Oleh karena itu, pihaknya akan terus mendistribusikan air bersih sampai semua wilayah Pandeglang bebas dari krisis air bersih.
“Selama terjadi kekeringan dan krisis air bersih, kita akan terus distribusikan air kepada masyarakat. Sejauh ini, masih ada beberapa wilayah yang memang masih kesulitan mendapatkan air bersih,” imbuhnya. (adib)