SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya penanganan dan pencegahan HIV/AIDS melalui edukasi, peningkatan layanan kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor. Langkah ini bentuk komitmen pemerintah dalam menekan penyebaran HIV/AIDS sekaligus meningkatkan kualitas hidup Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menegaskan bahwa penanganan HIV/AIDS tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, sekolah, komunitas, dan menghilangkan stigma maupun diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Ia menilai, HIV/AIDS bukan semata persoalan kesehatan, melainkan juga berkaitan dengan edukasi, kesadaran masyarakat, dan dukungan sosial yang berkelanjutan. Benyamin menjelaskan, Pemkot Tangsel terus memperkuat layanan pemeriksaan dan skrining HIV melalui fasilitas kesehatan yang tersedia. Selain itu, layanan konseling dan pendampingan juga terus ditingkatkan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Di sisi lain, edukasi mengenai pencegahan HIV/AIDS terus digencarkan, terutama kepada generasi muda dan kelompok usia produktif. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar mengenai HIV/AIDS serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memiliki kesadaran bersama untuk melakukan pencegahan sekaligus memberikan dukungan kepada sesama. Dengan begitu, upaya penanganan HIV/AIDS bisa berjalan lebih efektif,” katanya.
Pemkot Tangsel juga menggandeng komunitas, organisasi masyarakat, dan institusi pendidikan dalam memperluas kampanye kesadaran HIV/AIDS di tengah masyarakat. Menurut Benyamin, keterlibatan semua pihak menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang sehat, peduli, dan inklusif.
Berdasarkan data hingga November 2025, jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Kota Tangerang Selatan mencapai 2.349 kasus, terdiri atas 1.714 kasus HIV dan 635 kasus AIDS. Data tersebut merupakan hasil validasi dan pembaruan Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA) sejak 2023.
Dari total kasus tersebut, sebanyak 1.773 orang atau sekitar 75 persen telah mendapatkan pengobatan standar melalui sejumlah layanan kesehatan yang tersedia di Tangsel. (eko)