SATELITNEWS.COM, SERANG.- Upaya Forum Pelestari Terumbu Karang (F-PTK) Provinsi Banten, yang merintis pelestarian terumbu karang berbasis masyarakat & komunitas, khususnya di Pulau Badul Kecamatan Sumur, Pulau Liwungan Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang dan Pulau Tunda, Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang, sejak tahun 2020 mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Banten.
Dalam ajang Banten SDGs (Sustainable Development Goals) Awards 2024, F-PTK Banten meraih Terbaik I Kategori Organisasi Masyarakat & Media yang mengangkat tema Gerakan Membangun Terumbu Karang (Gerbang Terang) – Lautku Bersih, Sehat & Produktif. Anugerah Banten SDGs Awards 2024, diserahkan oleh Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar, Selasa (12/11/2024), di Gedung Auditorium Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Sindangsari, Pabuaran, Kabupaten Serang.
“Alhamdulillah, perjuangan nelayan dan pegiat lingkungan di wilayah Pulau Badul, Pulau Liwungan dan Pulau Tunda, yang tergabung dalam F-PTK Banten sejak 2020 hingga sekarang mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Banten. Ini tentunya harus menjadi pemacu serta pemicu, agar terus bergerak melestarikan terumbu karang yang merupakan ekosistem terpenting di planet bumi ini,” ujar Koordinator F-PTK Banten, Nurwarta Wiguna, didampingi pengurus lainnya, Andi Rully Pabenteng, Sudirman & Sobri usai menerima penghargaan.
Dijelaskan, F-PTK Banten mendaftar dalam ajang Banten SDGs Awards 2024 pada 24 Juli pada kategori Organisasi Masyarakat & Media. Dua minggu berselang, F-PTK Banten dinyatakan lolos seleksi administrasi dan pada 3 September 2024 mengikuti ekspose/pemaparan program di hadapan tiga juri yakni Dr. Endang Supriadi (Bappeda Banten), Prof. Meutia (Guru Besar/Ketua LPPM Untirta) dan Ahmad Arby Syahrotani (Jurnalis Senior), di Yasmin Hotel Karawaci, Kabupaten Tangerang.
“Hasil dari pemaparan tersebut, F-PTK Banten masuk nominasi bersama 21 lembaga/komunitas lainnya. Dan hari ini, kami baru mengetahui hasil penilaian dewan juri yang dituangkan dalam Keputusan Gubernur Banten No.388/2024 ditetapkan sebagai Terbaik I Kategori Organisasi Masyarakat & Media,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nurwarta menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat/komunitas Masyarakat, akademisi, dunia usaha/dunia industri dan media massa, yang selama ini turut mendukung Gerbang Terang.
Baca Juga: Sejumlah Mahasiswa UIN SMH Banten Teliti Gerakan Sosial Relawan FBN
“Sampai saat ini, kami masih eksis melaksanakan pelestarian terumbu karang dengan metode transplantasi di ketiga pulau dukungan dari beberapa perusahaan di Banten,” tandasnya.
Sementara, di kategori yang sama yaitu
Kategori Organisasi Masyarakat & Media, Terbaik 2 disabet oleh Relawan Fesbuk Banten News (FBn).
Sebagai organisasi non profit, FBn dinilai telah banyak melakukan kegiatan pembangunan manusia pada sektor kesehatan, penanggulangan bencana, pendidikan hingga pelayanan masyarakat.
Penghargaan diterima oleh Founder FBn, Lulu Jamaludin. Menurutnya, dalam menyikapi berbagai persoalan sosial, kesehatan, penanggulangan bencana dan pendidikan yang masih kental di Provinsi Banten, FBn tidak ingin tinggal diam, dengan slogan ” DARI DUNIA MAYA BERAKSI DENGAN NYATA” maka dibentuklah Relawan FBn, dengan merekrut insan-insan muda yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Dengan keterbatasan yang ada, para relawan FBn selalu semangat bergerak, walau tanpa diberikan gaji atau penghasilan,” tandas Lulu.
Disampaikan nya, tercatat ratusan pasien miskin dari seluruh wilayah Kabupaten Kota Se-Provinsi Banten, puluhan rumah tidak layak huni yang dibedah, renovasi masjid dan mushola warga, memberikan bantuan perlengkapan sarana dan prasarana pondok pesantren, penyaluran bantuan kepada korban bencana alam, pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu, pelayanan jenazah, pencarian dan pertolongan korban.
Baca Juga: Didik Karakter Konservasi Sejak Dini, F-PTK Banten Gelar Lomba Mewarnai untuk Anak TK
Di tahun 2017, relawan FBn membangun Rumah Singgah Duafa gratis bagi pasien tidak mampu, yang melakukan pengobatan rawat jalan di Rumah Sakit.
Rumah Singgah Duafa FBn, bukan hanya menyediakan tempat tinggal, namun juga menyediakan fasilitas lain seperti perlengkapan mandi, makanan dan minuman kepada seluruh pasien dan keluarga pasien selama menginap dirumah singgah.
Semua diberikan relawan FBn, agar menjadi semangat bagi pasien untuk melakukan pengobatan, sehingga kembali menjadi masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Selain rumah singgah, pelayanan masyarakat di sektor kesehatan di perjuangkan relawan FBn, dengan mendampingi pasien melakukan pengobatan di layanan kesehatan seperti rumah sakit, klinik, puskesmas dan tempat bersalin.
Dengan 3 unit ambulance yang dimiliki, para relawan merespon dan bergerak cepat melakukan pelayanan masyarakat baik penjemputan pasien dari rumah sakit menuju layanan kesehatan hingga penjemputan dari rumah ke pelayanan kesehatan.
“Tak hanya itu, unit ambulance relawan juga bergerak dalam pelayanan jenazah dari rumah sakit menuju rumah duka, atau dari rumah duka ke tempat pemakaman. Pelayanan jenazah juga di prioritaskan para relawan bagi keluarga tidak mampu,” jelasnya.
Di sisi lain, para relawan melakukan peminjaman tabung oksigen kecil, menengah hingga tabung oksigen besar. Bahkan, puluhan tabung oksigen itu dipinjamkan gratis oleh para relawan beserta isi dan kelengkapan lainnya. Kursi roda, tongkat alat bantu jalan, keranda jenazah, blangkar tempat tidur pasien juga dipinjamkan gratis bagi masyarakat tidak mampu.
Dalam hal bencana alam serta pencarian dan pertolongan korban (SAR), para relawan bergerak dengan peralatan dan ilmu pengetahuan yang mumpuni.
Peralatan yang dimiliki relawan FBn, saat terjun dilapangan berupa 1 unit perahu karet dan 1 unit rescue boat lengkap dengan peralatan keamanannya. Dalam pelayanan terhadap korban bencana alam para relawan juga mendirikan dapur umum dan memberikan bantuan baju layak pakai, kebutuhan pokok, peralatan mandi, air bersih dan lainnya yang dibutuhkan para korban bencana.
“Pasca bencana juga menjadi prioritas para relawan FBn, dalam mengembalikan keceriaan terhadap anak korban bencana dengan melakukan trauma healing yang berkolaborasi dengan lembaga, unsur pemerintah serta komunitas. Trauma healing berkonsep literasi dengan belajar sambil bermain, para relawan FBN menghibur anak-anak dengan dongeng, membaca buku, pantomim serta badut penghibur,” ucapnya.
Bukan hanya itu, relawan FBn juga tercatat telah membantu puluhan pondok pesantren yang terkena musibah kebakaran dengan memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana yang menjadi kebutuhan pondok pesantren seperti Al Qur’an, kitab-kitab pembelajaran, sajadah, mukena, sarung, peci dan lain sebagainya. Selain itu, puluhan masjid, mushola dan rumah warga tidak mampu dibedah relawan FBn, dengan melakukan renovasi atau membangun secara keseluruhan.
Sementara, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar menegaskan, program pembangunan tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah saja, melainkan harus melibatkan semua pihak atau kolaborasi pentahelix.
Sehingga, pembangunan yang dilakukan bisa berkelanjutan dan berdampak besar pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Al Muktabar, tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs merupakan agenda dunia dalam menghadapi tantangan global.
“Mudah-mudahan, melalui SDGs di Provinsi Banten ini, bisa menjadi desain perencanaan dan landasan pemerintah dalam menyusun sebuah program. Ini merupakan komitmen Pemprov Banten, dalam rangka mewujudkan Pembangunan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Kepala Bappeda Provinsi Banten, Mahdani mengungkapkan, kegiatan forum ini merupakan aksi kolaborasi yang bermaksud sebagai platform desiminasi untuk memajukan keterlibatan semua pihak, dalam memajukan SDGs, untuk menumbuhkan komitmen lembaga pemerintah dan non pemerintah untuk terus melakukan praktek baik.
“Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan agenda dunia dalam menghadapi tantangan pembangunan,” ucapnya. (luthfi)
























