SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 mendatang akan diselenggarakan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sejumlah persiapan tengah digenjot. Salah satunya adalah persiapan venue untuk pertandingan setiap cabang olahraga (cabor).
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan bahwa hingga saat ini masih dilakukan pendataan venue yang akan digunakan. Inventarisasi ini guna mengetahui kelengkapan fasilitas yang dimiliki secara mandiri maupun milik swasta.
“Porprov insyaAllah kita terus melakukan persiapan, tahun ini saya tugaskan KONI dan Dinas Pemuda Olahraga dan OPD terkait untuk menginventarisir venue-venue yang nanti mungkin akan digunakan untuk porprov,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (30/1/2025).
Benyamin mengakui bahwa venue berplat merah merah memang tidak memadai. Namun, di sisi lain, kekurangan itu bisa ditutupi dengan mengandalkan fasilitas olahraga milik swasta.
“Karena di Tangerang Selatan walaupun tidak ada fasilitas yang dimiliki pemkot secara massif tetapi kita banyak fasilitas olahraga yang dimiliki oleh swasta,” katanya.
Benyamin juga menyatakan beberapa pihak telah diajak berdiskusi dan telah menyetujui apabila sarana prasarana digunakan untuk hajat olahraga lima tahunan.
Baca Juga: Seragam Khas Sekolah Digratiskan, Dibayar Pemkot Tangsel Lewat BOS
“Saya sudah berbicara dengan beberapa lingkungan seperti British School, kolam renang dan lapangan sepak bolanya mereka bersedia untuk dipakai. Kemudian dengan Pembangunan Jaya, intinya fasilitas itu tersedia,” ucapnya.
Sehingga, kata dia, lebih dari 50 persen venue diperkirakan akan berkerjasama dengan pihak swasta. Ia juga merasionalkan alasan tidak banyak melakukan pembangunan sarana olahraga. Selain anggaran, ketersediaan lahan juga menjadi alasan utamanya.
“Karena keterbatasan anggaran mungkin pembangunan fasilitas olahraga untuk venue Porprov itu kita lakukan untuk beberapa sektor saja. Nah ini nanti akan diinventarisir teman-teman TAPD dan Dinas teknis,” jelasnya.
“Kita memang inginnya membangun tetapi anggarannya, dan soal ketersediaan lahan ini yang paling repot. Saya pengennya ngebangun semua sarana olahraga terpadu terintegrasi, tapi kebutuhan lahannya bukan satu dua hektar, 3 sampai 5 hektar sulit,” sambungnya.
Walaupun ada pembangunan, lanjut Benyamin, hanya beberapa sektor kecil saja yang dilakukan.
“Ada pembangunan tetapi untuk skala-skala tertentu saja bukan yang besar seperti lapangan bola. Iya kita lebih memanfaatkan venue-venue yang dimiliki oleh sektor swasta. Hampir 50 lebih persen swasta sudah memiliki, kolam renang lan kita kalau mau bangun, tapi swasta ada,” ungkapnya.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Siapkan Intervensi Jika Harga Pangan Naik Jelang Iduladha
Tidak menutup kemungkinan, apabila terdapat venue yang tidak tersedia untuk beberapa cabor, maka pertandingan bisa berlangsung di luar Tangsel seperti di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.
“Ini yang saya maksud, kita menginventarisir apa yang tidak ada di kita, dulu saya bicara dengan Arief Wismansyah (Mantan Walkot Tangerang) beliau bersedia silahkan pakai venue-venue di kita bila itu diperlukan, kabupaten juga bersedia untuk mempersilahkan berapa venue yang mau dipakai,” pungkasnya. (eko)
