SATELITNEWS.COM, LEBAK—Kepolisian Sektor (Polsek) Rangkasbitung, Polres Lebak, berhasil membuat sistem pertanian hidroponik di atas lahan sempit yang ada di mapolsek setempat. Hasilnya cukup membanggakan, sayuran jenis pakcoi berhasil dibudidayakan. Oleh karenanya, masyarakat diharapkan bisa meniru dan mengimplementasikannya di pekarangan rumah masing-masing.
Kapolsek Rangkasbitung, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Adi Irawan mengatakan, perkembangan sistem pertanian hidroponik ini bukan hanya sekadar untuk menanam tanaman, melainkan juga untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya bercocok tanam yang ramah lingkungan.
“Dengan teknologi hidroponik, kita bisa memanfaatkan lahan yang terbatas untuk menanam berbagai jenis tanaman, seperti sayuran dan tanaman obat. Selain itu, kita ingin memberikan contoh kepada masyarakat agar bisa memanfaatkan teknologi ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Adi, Kamis (6/2/2025).
Hidroponik sendiri merupakan metode bercocok tanam yang tidak menggunakan tanah, tapi menggunakan media air dan nutrisi khusus untuk tanaman. Metode ini, kata Adi cocok diterapkan di perkotaan dengan lahan terbatas, sehingga sangat relevan dengan kondisi di Rangkasbitung yang mulai mengalami urbanisasi.
Adi juga menambahkan bahwa selain mengedukasi masyarakat, program ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. “Kami ingin mengajak warga untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat, sekaligus membantu mereka belajar bagaimana cara bertani dengan efektif meskipun dengan keterbatasan lahan,” tuturnya.
Bhabinkamtibmas Polsek Rangkasbitung Polres Lebak, Aipda Didik Mahardika menambahkan, melalui kegiatan ini, Polsek Rangkasbitung tidak hanya memberikan solusi praktis untuk masalah ketahanan pangan, tetapi juga memperkenalkan konsep pertanian modern yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Ribuan Hektare Sawah di Banten Terdampak Kekeringan, 223 Ha Puso
“Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam upaya mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri dalam bidang pertanian,” ujarnya. Menurutnya, teknologi hidroponik ini cocok diterapkan pada rumah tangga di Rangkasbitung, serta mengadakan pelatihan-pelatihan untuk warga agar mereka bisa mengembangkan hidroponik secara mandiri di rumah masing-masing.
“Dengan upaya ini, Polsek Rangkasbitung berharap bisa memberikan kontribusi positif tidak hanya dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat, tetapi juga dalam mendukung perekonomian masyarakat melalui pertanian yang berkelanjutan,” pungkasnya. (mulyana)
























