SATELITNEWS.COM, LEBAK—Dinas Pertanian Kabupaten Lebak menyatakan bahwa normalisasi saluran air di wilayah Kecamatan Cibadak oleh PT Wijaya Karya (Wika) harus segera dilakukan. Sebab, jika dibiarkan ada potensi pendapatan yang hilang dari hasil pertanian sawah sebesar Rp 292 juta.
Normalisasi terhadap saluran air agar ratusan sawah di Desa Cisangu dan wilayah lainnya di Kecamatan Cibadak tidak terus-terusan terendam banjir. Banjir yang menggenangi ratusan hektare sawah di Kecamatan Cibadak diduga akibat saluran air yang tersumbat dampak pembangunan jalan Tol Serang Panimbang Seksi 1.
“Kita harus akui dari tahun 2021 wilayah Desa Cisangu, Kecamatan Cibadak ini langganan banjir. Namun kali ini banjir lambat surut diduga saluran air tersumbat,” kata Kepala Dinas Pertanian Lebak, Rahmat, Rabu (19/2/2025).
Berdasarkan data Dinas Pertanian dari petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan(POPT) ada 55 hektare yang terdampak banjir, yang sudah surut 25 hektare, puso 7,5 hektar, sisanya 22,5 hektare masih terendam.
“Rinciannya 1 hektare sama dengan 6 ton gabah kering panen (GPK). Nah GKP dikira 6.500 dikali jumlah yang pusa 7,5 hektare. Ini kalau tidak ada penanganan lebih lanjut, akan berdampak pada ketahanan pangan dan berpotensi menghilangkan pendapatan mencapai 292 juta,” Rahmat merinci potensi hilangnya pendapat dari sektor pertanian di Cibadak. “Kami sangat menyesalkan kalau ini dibiarkan, maka persoalan ini harus segera diselesaikan oleh semua pihak,” pintanya.
Dalam penjelasan tertulis yang diterima SatelitNews.Com, PT Wika Serang Panimbang telah menerjunkan alat berat ke lokasi saluran air yang tersebut.
Baca Juga: Pasar Tani, Jurus Distan Perluas Pasar Petani Lebak
Manajer Bidang Pemasaran dan Pengembangan Usaha PT Wika Serang Panimbang, Muhamad Albagir mengatakan, sehubungan dengan tindaklanjut atas rapat dengar pendapat pada 18 Februari 2025, PT Wika telah menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan lokasi Sungai Cisangu diwilayah Tol yang ‘diduga’ menjadi penyebab atau memperparah Banjir.
“Saat ini kami dalam fase investigasi dan analisa lebih lanjut perihal faktor yang menjadi penyebab utama Banjir. Kami sudah melakukan koordinasi dan komunikasi yang baik dengan aparat berwenang Desa Cisangu dan Desa Panancangan, serta pemerintah kecamatan,” kata Albagir. “Kita juga sudah melakukan mobilisasi alat berat untuk menormalisasi saluran samping tol serta crossing sungai dalam area trase Jalan Tol,” tandasnya. (mulyana)
























