SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Pasangan Maesyal Rasyid-Intan Nurul Hikmah langsung menggarap sejumlah permasalahan yang mendesak untuk diselesaikan setelah dilantik sebagai Bupati-Wakil Bupati Tangerang oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, kemarin. Salah satunya adalah persoalan sampah.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan bersama Intan Nurul Hikmah akan fokus dalam menjalankan visi-misi, khusuSnya dalam 100 hari kerja ke depan. Dia menyatakan banyak program yang harus segera dilaksanakan. Seperti persoalan lingkungan hidup, pendidikan, stunting dan pelayanan lainnya kepada masyarakat Kabupaten Tangerang.
“Tentunya, kita akan fokus untuk segera bekerja melayani masyarakat. Khususnya, dalam 100 hari kerja pertama,” ungkap Maesyal yang akan mengikuti retret di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah pada Jumat (21/2) hingga Jumat (28/2) mendatang,
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menambahkan, dalam 100 hari kerja, dirinya akan memfokuskan terhadap lingkungan hidup, khususnya dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Tangerang.
“Karena persoalan sampah ini, menurut saya sudah menjadi urgensi untuk Kabupaten Tangerang,” terang Intan.
Intan menilai, ketika melihat TPA Jatiwaringin saat ini tersisa 5 hektare maka akan menjadi masalah apabila sampah tidak dikelola dengan baik dan benar. Maka, mau tidak mau terkait sampah di TPA ini harus dikelola dengan menggunakan teknologi untuk mengosongkan sampah.
Baca Juga: Wabup Tangerang Dorong GATI Perkuat Peran Ayah
“Kedepan, ketika kita memungkinkan memiliki kebijakan, semua developer besar semisal Sinarmas, Sumarecon, Paramount, dan Alam Sutera harus memiliki pengelolaan sampah sendiri, supaya mereka tidak menyumbang sampah,” ujar dia.
Selanjutnya Intan akan mengelompokkan kecamatan dengan penyumbang sampah terbanyak. Kemudian, dia akan menghidupkan kembali holding company Kabupaten Tangerang yaitu MKR untuk menggarap sampah. Sehingga, sampah-sampah yang seharusnya dibuang, dapat diolah menjadi pendapatan daerah dan dapat menjalankan roda perekonomian juga.
“Kenapa lewat mereka. Karena, sampah plastik yang hight velue bisa diolah sebetulnya. Harus dikerjasamakan, supaya produk hasil pengelolaan itu bisa dijual menjadi pemasukan untuk daerah. Sehingga roda ekonomi di Kabupaten Tangerang berjalan, ” katanya.
Menurut Intan, banyak sampah-sampah plastik yang dapat dijadikan produk yang bermanfaat untuk masyarakat.
Diantaranya, diolah menjadi paving block, selasar, pot bunga, tempat sampah, dan produk-produk lainnya yang menggunakan bahan sampah plastik.
“Mungkin, apabila kebijakan ini berjalan. Kedepan, bisa digunakan juga untuk developer, harus menggunakan sekian persen bahan recycle untuk pembangunan, ” jelas Intan.
Intan mengaku, bahwa dirinya bersama Maesyal Rasyid sudah merumuskan dalam pembagian tugas, dalam membangun Kabupaten Tangerang semakin gemilang. Pembagian kinerja ini merupakan sebuah kerja sama antara Maesyal-Intan. Walaupun, tetap diakhirnya menjadi keputusan bersama antara Bupati dan Wakil Bupati Tangerang.
Baca Juga: Kasus RT Jadi tersangka Usai Tegur Warga Bakar Sampah, Benyamin Minta Proses Hukum Dijalani
“Walaupun nanti diakhirnya, mengerucut keputusan bersama. Karena kita ini satu, yaitu Madani untuk Kabupaten Tangerang semakin gemilang, ” tukasnya.
Sementara itu, setelah dilantik sebagai Wakil Bupati Tangerang, Intan mengunjungi kantor DPD Golkar Kabupaten Tangerang. Intan mengatakan kunjungannya ke kantor DPD Golkar Kabupaten Tangerang terjadi secara spontan alias dadakan.
“Terimakasih, kepada pengurus Golkar yang telah hadir. Sebetulnya, pada hari ini acaranya ke DPD tidak di-planning, ini dadakan. Bahkan, saya belum sempat untuk ganti baju ini,” kata Intan.
“Ini menjadi kebanggaan untuk saya sendiri, sebagai kader partai Golkar. Karena, dua kali mengukir sejarah di sini. Pertama sejarah menjadi unsur pimpinan pertama perempuan di Kabupaten Tangerang, yang ke dua mengukir sejarah sejak tahun 1945, baru sekarang bupati dan wakil bupati dilantik oleh Presiden langsung, ” tandasnya. (alfian)
























