SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Dinas Kesehatan (Dinkes) KotaTangerang Selatan (Tangsel) mencanangkan 50 persen RW harus bebas dari jentik nyamuk aedes aegypti. Langkah itu diklaim satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi angka kesakitan demam berdarah dengue (DBD).
“Tahun ini kami mencanangkan 50 persen RW yang ada di Tangerang Selatan mereka harus berada pada posisi bebas jentik DBD,” ujar Kepala Dinkes Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar di Aula Belandongan Pemkot Tangsel, Senin (24/2/2025).
Allin mengatakan bahwa kota berjuluk anggrek masih merupakan daerah endemis DBD, artinya DBD tidak akan hilang dari wilayah tersebut. Namun, dengan program partisipasi pemberdayaan masyarakat, Dinkes Tangsel berharap dapat mengendalikan angka kesakitan DBD.
“Sehingga bisa mengurangi angka kesakitan DBD yang notabene Tangerang Selatan saat ini posisinya masih sebagai daerah endemis DBD, artinya DBD tidak akan hilang dari Tangerang Selatan. Tapi bagaimana kita bisa mengendalikan itu dengan program partisipasi pemberdayaan masyarakat,” ucapnya.
Kata Allin, peran serta dari masyarakat serta stakeholder terkait ini akan bisa diwujudkan walaupun dengan segala keterbatasan yang ada. Dengan target 50 persen RW bebas jentik DBD, Dinkes Tangsel berharap dapat mengurangi angka kesakitan DBD dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Tangerang Selatan.
Sebelumnya, Allin menegaskan dalam memerangi DBD ini perlu adanya kesadaran bersama. Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar dapat melakukan pencegahan dimulai dari rumah masing-masing. (eko)
Baca Juga: Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat
























