SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Persita Tangerang berambisi kembali ke jalur kemenangan saat menjamu PSS Sleman dalam lanjutan pekan ke-26 BRI Liga 1 2024/25 di Indomilk Arena, Tangerang, Jumat (7/3/2025) pukul 20.30 WIB.
Meski demikian, Pendekar Cisadane tetap harus waspada lantaran Super Elja Tengah mencari momen kebangkitan dari dasar klasemen.
Sejatinya Persita dan PSS tengah dalam tren performa yang tidak terlalu baik. Dari 5 laga terakhirnya, Pendekar Cisadane hanya membukukan 1 menang, 2 imbang, dan 2 kalah.
Di sisi lain, PSS Sleman atau Super Elja memperlihatkan tren yang lebih buruk. Mereka tercatat selalu kalah dalam 6 pertandingan terakhir.
Laga ini bisa menjadi momentum penting bagi Persita di bawah asuhan Fabio Lefundes, untuk mengamankan 3 poin. Selepas 3 pertandingan terakhir berakhir tanpa kemenangan.
Dalam laga sebelumnya, Pendekar Cisadane hanya bermain imbang 1-1 kontra Bali United. Persita sempat memimpin melalui gol Eber Bessa, namun keunggulan tersebut sirna akibat gol bunuh diri Sandro Embalo.
Di sisi lain, PSS Sleman tengah dalam periode sulit, dengan rangkaian hasil negatif. Elang Jawa belum pernah menang dalam 7 pertandingan terakhir, bahkan 6 di antaranya berakhir dengan kekalahan.
Pada laga terbaru, PSS menelan kekalahan 1-2 ketika menjamu Barito Putera di Stadion Manahan, Solo. Kendati saat itu PSS cukup menguasai jalannya pertandingan, tapi nyatanya hal itu belum bisa membawa mereka kepada kemenangan.
Performa terakhir yang ditunjukkan di lapangan memberi kepercayaan diri bagi skuad Elang Jawa. PSS kini bertekad untuk memanfaatkan momentum, dan berusaha kembali ke jalur kemenangan untuk memperbaiki posisi di klasemen.
“Saya yakin kami berkembang pesat ke depannya, kami telah menciptakan situasi yang baik. Pada laga kemarin, kami banyak mengendalikan permainan. Sekarang adalah saatnya PSS untuk melanjutkan dan mencari kemenangan!,” terang pemain gelandang Vico Duarte.
Tim tuan rumah Persita dapat mengandalkan Ahmad Hardianto sebagai ujung tombak. Sedangkan PSS bisa mengandalkan trio penyerang Nicolao Cardoso, Gustavo Tocantins, serta Dominikus Dion. (dm)