SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Cuaca ekstrem yang melanda perairan Selat Sunda, Kamis (6/3/2025) malam hingga Jumat (7/3/2025) dini hari, menyebabkan satu kapal tongkang terdampar.
Kapal bermuatan batu bara sekira tujuh ribu metrik ton lebih itu, terdampar di perairan Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, dan belum bisa melanjutkan perjalanan karena cuaca masih belum normal.
Jaka, seorang saksi mata mengatakan, wilayah perairan Selat Sunda tepatnya di perairan Teluk, Kecamatan Labuan, diterjang cuaca ekstrem dan menyebabkan satu kapal tongkang bermuatan batu bara terdampar.
“Sudah dari subuh, kapal tongkangnya ada di perairan Teluk, Kecamatan Labuan. Kemungkinan besar, karena terbawa ombak, soalnya semalam cuaca sedang buruk,” kata Jaka, Jumat (7/3/2025).
Dia mengatakan, terdamparnya kapal tongkang diperairan Selat Sunda sudah dua kali terjadi. Pertama pada akhir Desember 2024 lalu dan menyebabkan seluruh muatan batu bara jatuh ke laut, dan yang kedua hanya terdampar di perairan Teluk.
“Sudah dua kali kejadiannya, ini yang kedua. Karena memang cuacanya mungkin yang sedang buruk. Kapalnya masih terdampar belum bisa bergerak,” ujarnya.
Baca Juga: Petani Gunung Karang Pandeglang Resah Akibat Harga Jual Sayuran Anjlok
Manajer Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan 2, Cahyadi mengatakan, pihak perusahaan sudah membuka komunikasi terkait persoalan itu. Kemungkinan, kata dia, pihak perusahaan akan berbicara mengenai dampak kapal tongkang terdampar terhadap nelayan yang biasa sandar di kawasan Teluk.
“Sudah ada komunikasi, tadi pihak perusahaan mau berbicara mengenai hal ini. Ya mungkin khawatir mengganggu aktivitas nelayan dan lelang ikan. Kita tunggu saja, ini juga belum ada yang datang, baru sekedar komunikasi lewat telepon,” imbuhnya. (adib)
