SATELITNEWS.COM, LEBAK–Setiap memasuki tradisi qunutan dan menjelang hari raya Idulftri, hampir sebagian besar masyarakat Kabupaten Lebak menjadi perajin kulit ketupat. Keuntungan yang didapatpun cukup menggiurkan.
Salah satunya dilakukan warga Kampung Jasinga, Desa Sangiangtanjung, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak. Warga di kampung ini ramai membuat kulit ketupat dari daun kelapa muda.
Di sepanjang jalan kampung ini kulit ketupat dengan mudah didapat. Tidak hanya ibu-ibu, kaum bapak hingga anak-anak pun ikut terlibat dalam membuat kulit ketupat ini.
Salah satu rajin kulit ketupat Ajeng mengaku, jika setiap menjelang hari ke 15 atau yang disebut qunutan dan menjelang hari Raya Idulfitri, ia dan suaminya disibukkan menganyam daun kelapa muda di depan teras rumah.
Dalam satu hari, keluarga ini mampu membuat puluhan bahkan ratusan cangkang ketupat ukuran kecil dan ukuran besar.
“Paling setiap hari dapet aja 300-500 cangkang ketupat. Dari yang ukuran kecil maupun besar, karena kan saya dibantu sama suami dan anak juga,”ujar Ajeng.
Ratusan kulit ketupat ini nantinya akan dijual ke pasar Rangkasbitung dan juga ke beberapa pasar lainnya yang berada di luar Kabupaten Lebak, seperti ke Pondok Labu, Serpong dan Jakarta.
“Ini buat dijual lagi ke pasar Rangkbitung, nanti ada yang datang ke sini biasa tengkulak. Biasanya mereka jual ke Tangerang sama ke Jakarta,”ucapnya.
Untuk 10 buah kulit ketupat ukuran kecil ia jual seharga Rp 10 ribu rupiah. Sebab, harga bahan dari pemilik pohon kelapa saat ini, kata Ajeng cukup mahal.
“Tergantung ukuran besar kecilnya pak, kalau yang kecil satu iket isi 10 biji saya jual Rp 10 ribu, kalau langsung dijual ke pembeli langsung kalau ke tengkulak tidak seharga itu, lebih murah,”katanya.
Meski keuntungan yang didapat nya tak seberapa, namun Ajeng dan keluarganya mengaku bersyukur karena masih bisa mendapatkan rejeki di bulan Ramadan ini.
“Omzetnya lumayan pak, buat beli kebutuhan pokok sehari-hari dan pakaian anak mah ada,”pungkasnya.(mulyana)