SATELITNEWS.COM, SERANG—Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Rina Dewiyanti mengatakan jika dalam rangka menindaklanjuti instruksi presiden (Inpres) 1 tahun 2025, Pemprov Banten saat ini telah mengefisienkan anggaran dari kegiatan perjalanan dinas hingga ratusan miliar rupiah. Rina menjelaskan, jika pihaknya diminta agar segera menyelesaikan apa yang menjadi arahan dari Inpres 1 tahun 2025 itu tidak lebih dari akhir bulan Maret 2025 ini.
“Jadi, efisiensi yang kita lakukan dengan Surat Edaran Mendagri itu kita harus selesaikan, jangan melewati di bulan Maret. Kita juga ikuti Inpres 1 2025 bahwa efisiensi ini dilakukan memotong terhadap kegiatan-kegiatan penunjang. Bukan meng-cut seperti itu, artinya mengalihkan dari kegiatan penunjang kepada program-program yang lebih produktif,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (18/3).
“Salah satunya kita menganggarkan efisiensi itu Rp193 miliar lebih. Untuk item Rp193 miliar, ini item dari belanja perjalanan dinas saja,” sambungnya.
Dari anggaran yang diefisiensikan itu, kata Rina, akan disalurkan pada program-program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.
“Rp193 miliar lebih ini kita alihkan untuk pemberian sekolah gratis yang menjadi visi-visi wakil gubernur terpilih. Kemudian kita juga ingin membangun jalan-jalan desa sehingga jalan-jalan desa dalam keadaan mantap,” katanya.
“Kemudian kita juga di bidang kesehatan, bagaimana mendukung operasional rumah sakit Labuan dan rumah sakit Cilograng bisa beroperasi,” tambahnya.
Baca Juga: Tanpa APBD, Pemprov Banten Operasikan Pos Kesehatan Merah Putih
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, anggaran hasil efisiensi nantinya akan dirinya alihkan untuk kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat seperti program yang dirinya gagas yakni sekolah gratis.
“Ya itu kita lakukan (efisiensi, red) kan saya sudah sampaikan tadi, bahwa sekolah gratis bersumber, salah satunya dari situ (hasil efisiensi, red),” katanya.
“Penghematan itu semua (kegiatan seremonial, red), mulai dari rapat-rapat di hotel, kita kurangi, kunjungan-kunjungan kerja kita kurangi, FGD-FGD, kita kurangi,” tambahnya. (mpd/rmg)
























