SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Pemerintah Provinsi Banten membentuk enam titik Pos Kesehatan Merah Putih. Salah satunya berada di Pasar Anyar, Kota Tangerang.
Gubernur Banten Andra Soni bersama Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, dan Wali Kota Tangerang, Sachrudin meresmikan Pos Kesehatan Merah Putih Pasar Anyar, Sabtu (14/2) lalu.
Gubernur Andra Soni menyampaikan bahwa kehadiran pos kesehatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional Cek Kesehatan Gratis. Tujuannya adalah mendekatkan akses layanan kesehatan dasar kepada masyarakat di pusat-pusat aktivitas ekonomi.
”Pos Kesehatan Merah Putih ini adalah bagian dari upaya preventif untuk mendukung program aksi cepat Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, terkait pemeriksaan kesehatan gratis. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses yang mudah dan cepat,” ujar Andra Soni.
Andra Soni menlelaskan, Provinsi Banten direncanakan akan memiliki enam titik Pos Kesehatan Indonesia Raya yang tersebar di beberapa wilayah, meliputi dua titik di Kota Tangerang, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Serang, dan Kabupaten Lebak.
“Hari ini kita resmikan tiga titik sekaligus: dua di Kota Tangerang dan satu di Tangerang Selatan. Sebelumnya, layanan ini sudah hadir di Pasar Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Selanjutnya akan menyusul di Kota Serang dan Kabupaten Lebak,” jelasnya.
Andra Soni menegaskan bahwa pembangunan pos kesehatan ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Proyek ini merupakan inisiasi dari relawan Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) melalui kolaborasi dengan berbagai pihak swasta dan pemangku kepentingan lainnya.
“Ini murni urusan kemanusiaan dan hasil kolaborasi lintas sektor non-APBD. Penempatannya di pasar sangat strategis karena merupakan tempat umum di mana masyarakat beraktivitas intens, sehingga mereka yang tidak sempat ke rumah sakit tetap bisa memeriksakan kondisi kesehatannya di sini,” tambah Andra.
Pos kesehatan ini melayani pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengecekan gula darah, tekanan darah (tensi), hingga kolesterol. Jika ditemukan indikasi gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut, petugas akan mengarahkan masyarakat untuk dirujuk ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menekankan pentingnya strategi jemput bola dalam pelayanan kesehatan. Menurutnya, pasar menjadi lokasi yang sangat efektif untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular.
“Sambil berbelanja, warga bisa mengecek tensi dan gula darah. Prosesnya cepat, tidak sampai lima menit, dan gratis. Jika terdeteksi ada keluhan, langsung kita arahkan ke Puskesmas agar mendapatkan pengobatan rutin,” ungkap Benjamin.
Operasional pos kesehatan ini nantinya melibatkan tenaga kesehatan yang merupakan kolaborasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten, serta dukungan tenaga medis dari rumah sakit swasta.
“Banten menjadi pelopor gerakan ini. Saya sangat mengapresiasi upaya mendekatkan layanan kesehatan ini agar masyarakat dapat hidup lebih sehat dan produktif,” pungkas Wamenkes.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraeni menjelaskan, untuk operasional pos, tenaga kesehatan disiapkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan Kota Tangerang, didukung rumah sakit swasta serta relawan.
Jam pelayanan disesuaikan dengan waktu puncak aktivitas pasar agar memudahkan warga untuk datang.
Ia menekankan, dua pemeriksaan tersebut sangat penting karena hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol menjadi penyumbang terbesar penyakit berat seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal yang memerlukan cuci darah.
“Kalau masyarakat tidak sempat ke puskesmas atau rumah sakit, hampir setiap hari mereka datang ke pasar. Di sinilah kita hadir agar masyarakat bisa mampir cek kesehatan, mulai dari pemeriksaan tensi dan gula darah,” ujar Dini. (rmg)