SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Seekor sapi kurban milik Presiden RI Prabowo Subianto dengan bobot mencapai 1.050 kilogram disiapkan untuk Hari Raya Iduladha di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sapi jenis pegon cross asal Kediri, Jawa Timur itu dipelihara di Maqribie Farm, Jalan RE Martadinata, Kompleks Puri Marisa, Kapling Marsya, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Pemilik Maqribie Farm, Muhammad Zamroni Maqribie (47) mengatakan dirinya telah menekuni usaha peternakan sejak 2014. Ia mengaku awalnya mendapat informasi dari dinas terkait mengenai rencana Presiden Prabowo membeli hewan kurban dari Tangsel.
“Awalnya saya dapat info dari dinas bahwa Pak Presiden mau kurban dan Alhamdulillah saya beranikan diri dan diuji lolos semuanya,” uujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (19/5/2026).
Sapi yang diberi nama “Panjul” itu dibanderol seharga Rp120 juta. Menurut Zamroni, perawatan khusus dilakukan untuk menjaga kesehatan sapi berbobot lebih dari satu ton tersebut.
“Perawatan khusus kita ada, kita lihat kondisinya kadang kalau misal kurang fit kita kasih jamu, kalau misalkan kita tidak bisa tangani kita panggil dari dinas. Kebetulan sebulan dua kali dari dinas datang ke tempat kami,” katanya.
Zamroni menjelaskan, sapi Panjul dibelinya dari rekannya di Kediri tiga tahun lalu dengan harga Rp18,5 juta. Saat ini usia sapi tersebut sekitar tiga tahun. Ia juga menceritakan asal-usul nama Panjul. Menurutnya, nama itu muncul karena tingkah sapi yang kerap bercanda saat diberi makan.
“Sebenarnya karena setiap makan dia suka bercanda, akhirnya umur dua tahun itu dia tidak mau makan, saya bilang dasar lu Panjul, dia langsung berdiri dan langsung makan, sudah di situ panjul namanya,” kata dia sembari tertawa.
Rencananya, sapi kurban bantuan Presiden itu akan dibawa ke Rumah Potong Hewan (RPH) sebelum didistribusikan ke Masjid Darul Hikmah, Pamulang.
Sementara, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Tangsel, drh. Pipit Surya Yuniar memastikan kondisi sapi dalam keadaan sehat dan layak dikurbankan.
“Hari ini kami melakukan pemeriksaan sapi bantuan Presiden di Maqribie Farm. Sebelumnya sudah dicek fisik dan diambil sampel darah untuk uji antraks, PMK, LSD, dan bruselosis. Alhamdulillah hasilnya negatif semua,” sebutnya.
Menurutnya, secara administratif maupun kesehatan, sapi tersebut telah memenuhi syarat sebagai hewan kurban. “Jadi secara administratif sudah layak, sapi sehat,” jelasnya.
Pipit menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan hewan kurban yang dinyatakan tidak layak disembelih di wilayah Tangsel. Meski demikian, pemeriksaan masih terus dilakukan hingga mendekati Hari Raya Iduladha.
“Biasanya keluhan yang muncul itu penyakit transportasi seperti mata merah atau kelelahan. Tapi masih bisa recovery sebelum hari H,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara DKPPP Tangsel, jumlah hewan kurban yang masuk ke wilayah Tangsel saat ini berkisar 3.000 hingga 4.000 ekor dan masih terus bertambah.
“Kalau ternak asli Tangsel keluar tidak terlalu banyak dibawah seribu. Tahun lalu sampai 20 ribu lebih. Sekarang masih ada lapak-lapak yang masih dibangun, kemungkinan nanti menjelang hari H masih ada yang masuk lagi,” pungkasnya. (eko)