SATELITNEWS.COM, LEBAK—Bereda video di media sosial Bupati Lebak Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya meminta Kepala Dinas Pendidikan Lebak untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak menjelang arus mudik 2025. Entah keselip lidah atau bagaimana, kini arahan tersebut jadi perbincangan hangat di publik.
Untuk diketahui yang berwenang memperbiki atau yang mambangun jalan merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak, yang saat ini dipimpin Irvan Suyatupika. Sementara Dinas Pendidikan Lebak sesuai nomenklaturnya bertanggungjawab terhadap urusan pendidikan dari usia dini hingga SMP.
Namun entah kenapa, Bupati Lebak Hasbi dalam video yang berdurasi 0,17 detik tersebut memperintahkan Kepala Dindik Lebak, Hari Setiono untuk memperbaiki ruas jalan salah satunya ke destinasi Baduy. Dalam pemetaan arus mudik, jalan menuju objek wisata Baduy memang salah satu ruas jalan yang rawan longsor. Oleh karenanya, warga maupun pemudik untuk selalu berhati-hati saat melintas di jalan tersebut.
“Untuk memberikan pelayanan prima kepada pemudik baik kepada warga asli Lebak maupun pendatang yang berniat berwisata. Ada beberapa titik-titik wisata khususnya Baduy salah satu tujuan destinasi wisata, makanya saya mengarahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk melakukan perbaikan jalan dan pengecekan jalan,” ucap Hasbi dalam video tersebut.
Saat dikonfirmasi kebenaran terhadap video tersebut, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Lebak, Akbar kepada SatelitNews.Com mencoba mengklarifikasi video potongan yang kini viral di media sosial tersebut. “Itu kepeleset lidah, itu kepikiran acara sore ada penyerahan sertifikat dan diskusi sekolah rakyat bersama kepala Dinas Pendidikan. Itu mah jelas kepeleset lidah, maklum kondisi puasa,”ujar Akbar.
“Itu viral potongan video ya, jelas itu mah kepeleset lidah. Tidak ada unsur lainnya,” sambung Akbar saat disinggung hal lain yang memicu terjadinya statemen tersebut. Akbar menjelaskan, sekolah rakyat yang dibahas bupati dengan Kepala Dinas Pendidikan itu rencananya dibangun di wilayah agrowisata di daerah Cikapek, Kecamatan Leuwidamar yang di inisiasi Kementerian Sosial.
Baca Juga: Polres Lebak Siapkan One Way di Warunggunung Saat Mudik
“Sekolah rakyat itu akan dibangun di wilayah Agrowisata di Cikapek, dari lahan 52 hektare, 10 hektarenya itu bakal diserahkan untuk dijadikan lahan sekolah rakyat. Sekolah rakyat dari Mensos beda dengan sekolah garuda yang di insiasi Gubernur Banten Andra Soni,” pungkas dia. (mulyana)
























