SATELITNEWS.COM, SERANG–Bola panas persoalan bazar Ramadan di Masjid Agung Ats Tsauroh, Kota Serang semakin menyita perhatian publik. Dugaan penggelapan dana dan manajemen fee yang mengemuka, semakin ramai ketika para warganet sudah beramai-ramai bersuara.
Oleh karena itu, pihak Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Ats Tsauroh meminta agar pihak event organizer (EO) dan panitia pelaksana untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut.
Ketua DKM Masjid Agung Ats Tsauroh Mochtar Karim Wenno menegaskan jika ketua pelaksana bazar Ramadan berinisial SYF (48) harus bertanggung jawab penuh, karena ini merupakan persoalan pribadi dia dengan pihak EO.
“Kami sama sekali tidak ada persoalan dengan keduanya,” pungkasnya, Minggu (6/4/2025).
Mochtar juga mengaku dirinya memegang kuat bukti-bukti bahwa jajaran DKM benar-benar tidak terlibat atas penyelewengan dana operasional dan managemen fee itu. Menurut Mochtar permasalahan ini harus menjadi tanggung jawab pribadi Ketua Pelaksana Bazar.
“Saya mengimbau Ketua Pelaksana secara pribadi jangan lari dari tanggung jawab. Selesaikan permasalahannya,” tegasnya
Baca Juga: Nasib Malang Rupiah
Hal yang sama juga dikatakan salah satu crew Event Organizer berinisias CS, dirinya mengaku belum ada kejelasan terkait penyelesaian pembayaran Rp 27 juta dari ketua pelaksana bazar Ramadan. “Belum, sampai sekarang belum juga dibayar,” tegas CS
Apalagi, lanjutnya, jajaran DKM sudah mengeluarkan dana operasional untuk bazar dari uang KAS agar pelaksanaan bazar berjalan lancar. Pertama sebesar Rp10 juta, kemudian dikeluarkan lagi Rp5 juta, dan terakhir saat malam takbir sebesar Rp10 juta.
“Ini yang kami terima. Sedangkan Ketua Pelaksana Bazar sejak bazar ditutup sama sekali belum ada tanggung jawab untuk membayar kekurangannya,” tambahnya
CS menegaskan bahwa total yang belum terselesaikan saat ini lebih dari Rp27 juta yang harusnya diganti oleh ketua panitia bazar kepada EO atas dana operasional yang dikeluarkan dari kantong pribadinya berikut dengan managemen fee sesuai dokumen kontrak
“Dari malam takbir kemarin belum ada itikat baik Ketua Pelaksana untuk bertanggung jawab membayar hak para pekerja lapangan Tim EO,” terangnya. “Sampai sekarang Ketua Panitia belum menghubungi kami.” tambah CS.
Menurut CS, pihak EO merasa bingung jika Ketua Panitia tidak bisa membayar atau bertanggungjawab secara penuh atas permasalahan ini
Baca Juga: Sampah Rumah Tangga Cemari Sungai Di Kota Serang, Relawan Usulkan Pemberlakuan Sanksi
“Kami harus minta tanggungjawab kemana?, Ketua Pelaksana harus mengingat banyaknya keringat dan jeripayah yang dikeluarkan oleh 10 orang tenaga lapangan yang hak-nya belum dibayar,” tutupnya. (luthfi)
























