SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Delapan remaja sempat tersesat, saat melakukan pendakian di Gunung Pulosari, Minggu (6/4/2025). Akibat hal itu, kedelapan pelajar tersebut tidak bisa pulang dan harus dilakukan penjemputan.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang Nana Mulyana, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kata dia, pihaknya menerima laporan adanya delapan orang remaja tersesat dan tidak bisa turun dari Gunung Pulosari.
“Iya, kita dapat laporan itu dari masyarakat dan meminta bantuan dilakukan penjemputan. Dari informasi yang masuk ke Pusdalops, ada delapan remaja yang lupa jalan turun dan tidak bisa kembali,” kata Nana, Senin (7/4/2025).
Nana mengatakan, setelah mendapatkan informasi tersebut, pihaknya segera melakukab koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak terkait, termasuk pengelola atau masyarakat yang biasa memandu pendakian ke wilayah Gunung Pulosari untuk melakukan penjemputan.
“Kita segera koordinasikan informasi tersebut. Setelah diketahui informasinya benar, kita dan semua tim terkait segera melakukan penjemputan terhadak anak-anak remaja yang tersesat itu,” tandasnya.
Nana mengatakan, sebelum dilakukan penjemputan, ada salah seorang anak remaja yang melakukan komunikasi dengan masyarakat. Dari komunikasi itu, kemudian dikirimkan lokasi mereka dan tima gabungan segera melakukan penjemputan terhadap para pendaki.
“Jadi sempat ada komunikasi lewat telepon. Setelah diminta lokasi, mereka kemudian disuruh menunggu dilokasi tersebut sambil beristirahat agar bisa mudah dijemput. Tim segera bergerak dan membawa mereka kembali,” ujarnya.
Nana berpesan kepada para pendaki, yang akan naik ke Gunung Pulosari, agar tetap hati-hati agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. Apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, lanjutnya, segera menghubungi pihak terkait untuk dilakukan penyelamatan.
“Tetap waspada dan hati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Kalau ada apa-apa, segera hubungi pihak terkait agar bisa segera dilakukan tindakan penyelamatan dan lainnya,” pesannya.
Seorang pendaki, Desi Mulya Sari mengaku, dia dan temannya tidak bisa turun dari Gunung Pulosari karena lupa arah pulang. Pada saat itu, dia menghubungi orang tuanya dan petugas yang biasa memandu pendakian di Gunung Pulosari.
“Nelpon orang rumah, kondisinya sudah sore bahkan sudah magrib. Kita diminta tetap ditempat sambil beristirahat dan tidak panik. Enggak lama, ada yang datang dan kita dibawa pulang,” imbuhnya. (adib)