SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten mengklaim jika stok beras sampai bulan April 2025 ini mengalami surplus sebesar 240.426 ton. Saat ini total neraca ketersediaan beras produksi sebanyak 1.737.742 ton sementara kebutuhan konsumsi sebesar 1.497.317 ton.
Hal itu tidak terlepas dari dukungan perum Bulog, yang melakukan penyerapan gabah dari petani yang begitu cepat, dimana sampai awal bulan April 2025 ini serapan gabah oleh Perum Bulog Kanwil DKI-Banten sebanyak 18.386 ton atau 50,42 persen dari target 36.464 ton.
Kepala Distan Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, saat ini serapan gabah yang dilakukan oleh Perum Bulog cukup lancar, sehingga para petani tidak perlu khawatir lagi ketika memasuki musim panen.
Apalagi, harga beli gabah oleh Bulog kepada petani sesuai dengan HPP sebesar Rp6.500/Kg GKP.
”Sedangkan untuk harga beras medium sebesar Rp13.000/Kg dan beras premium Rp14.000/Kg,” katanya, Rabu (9/4/2025).
Saat ini, kata Agus, Pemprov Banten tengah fokus pada pemenuhan ketersediaan pasokan air bagi persawahan petani, dari mulai perbaikan sejumlah irigasi sampai pompanisasi yang terus digalakkan. Dengan begitu ditargetkan Indeks Pertanaman (IP) bisa mencapai tiga kali dalam setahun.
Baca Juga: Gubernur Andra Doakan Lima Jurnalis dan Kru Kapal yang Hilang di Perairan Selat Sunda
”Target tanam kita pada tahun 2025 seluas 624.053 haktar dengan luas panen sebesar 566.237 hektar dan produksi padi 2.888.373 ton GKG,” ujarnya.
Diakui Agus, Provinsi Banten tahun 2024 menempati posisi 9 Provinsi Produsen Beras tertinggi Se Indonesia. Dengan adanya peningkatan itu, ini tahun 2025 ini diharapkan dapat menempati kembali posisi 8.
”Data Produksi Padi tahun 2025 ditargetkan lebih tinggi dari realisasi tahun 2024 yaitu 883.128 ton beras,” ujarnya.
Gubernur Banten Andra Soni menambahkan, kondisi di atas merupakan implikasi dari kebijakan bapak Presiden Prabowo yang fokus pada target swasembada pangan.
Sehingga dari kebijakan itu, para petani kita bisa tersenyum lebih lebar karena serapan gabah mereka lebih mudah dengan harga jual yang tinggi.
”Pasokan pupuk dan bibit juga mudah. Termasuk pasokan air juga akan terus kita upayakan lancar dan berkkelanjutan,” ujarnya. (luthfi)
Baca Juga: Kasus ISPA Capai 4.500, Pemprov Banten Perpanjang PJJ
























