SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan menambah jumlah armada bus sekolah gratis dalam rangka menyediakan transportasi publik. Dishub menambah 6 unit bus baru sehingga jumlah yang akan beroperasi menjadi 10 unit. Sebelumnya, Dishub Tangsel hanya mengoperasikan 4 unit bus.
“Hari ini saya meninjau secara langsung persiapan dan kesiapan dari bus sekolah gratis yang ada total 10 unit. Dimana di tahun-tahun sebelumnya hanya 4 unit, kita rambah terus sekarang ada 10 unit,” ujar Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, Selasa (8/4) 2025).
“Sekarang kita mengecek kelayakan untuk beroperasinya mulai dari remnya, kaki-kakinya, supaya benar-benar aman dan juga tidak ada kendala pada saat besok mengangkut anak sekolah,” sambung Pilar.
Yang menarik, dari total 10 bus tersebut, dua di antaranya dikhususkan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Bus ini dilengkapi fasilitas keamanan ekstra dan petugas pendamping seperti pengawas dan kenek, untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan para siswa.
“Dari total 10 bus ini ada 2 bus yang kita khususkan untuk anak berkebutuhan khusus. Bus ini sangat bermanfaat dan sangat diminati oleh anak-anak dan masyarakat, sehingga dapat membantu para orang tua dalam memberikan alternatif kendaraan umum, karena ini gratis,” katanya.
Kata Pilar, pengadaan unit khusus bagi siswa dengan berkebutuhan khusus juga dalam upaya memberikan pelayanan agar seluruh siswa tidak mempunyai kendala. Jika nantinya mendapatkan respon positif, tidak menutup kemungkinan bakal ada penambahan jumlah armada.
Baca Juga: Antisipasi Polemik SPMB 2026/2027, Dindikbud Tangsel Komitmen Transparan, dan Akuntabel
“Banyak orang tua dari anak berkebutuhan khusus dari yang sebelumnya harus menyewa mobil dan lain sebagainya karena mereka kesulitan kalau naik kendaraan umum, sekarang dengan adanya bus gratis ini sangat-sangat terbantu,” bebernya.
“Kita lihat apakah dibutuhkan penambahan atau tidak, kita lihat efektifnya tahun ini. Walaupun memang ditahun kemarin itu ada sekitar 45 ribu anak sekolah yang terlayani oleh bus sekolah gratis ini. Kalau memang masih banyak yang minat dan belum terakomodir ya kita buka opsi untuk menambah,” imbuh Pilar.
Kepala Seksi Angkutan Orang dan Barang pada Dishub Tangsel, Galang Andika menuturkan bahwa lima dari sepuluh unit bus tersebut merupakan milik Pemkot, sedangkan lima lainnya disewa melalui mekanisme hybrid.
“Awalnya empat plat merah punya kita, kita tambah lima mekanismenya hybrid sewa, sudah termasuk biaya operasional, gaji sopir kenek, BBM, maintenance, ganti suku cadang, pajak STNK, dikelola pihak ketiga. Tapi rute semua kita yang menyiapkan. Pasca lebaran ini tambah satu armada lagi, jadi total 10,” jelasnya.
Walaupun begitu, Galang mengaku baru sekitar enam persen siswa yang bisa dilayani dari jumlah total siswa di Tangerang Selatan. Dengan sepuluh unit ini, jika dioptimalkan bisa melayani sekitar 50 ribu siswa dalam satu tahunnya.
“45.600 siswa itu per tahun tersebar di seluruh wialyah Tangsel. Itu bisa bertambah terus, rata-rata masih banyak yang butuh. Menurut data kita baru melayani sekitar 6- 8 persen dari keseluruhan siswa Tangsel. Jadi masih banyak sebenarnya. Tidak terlalu signifikan kecuali bertambahnya 10, 20 unit,” pungkasnya. (eko)
Baca Juga: Pengawasan MBG Diperketat, Baru 15 SPPG di Tangsel Punya SLHS
