SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Diduga karena harga tiket yang terlalu mahal, lokasi wisata mangrove yakni Ketapang Urban Aquaculture di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk sepi pengunjung. Bahkan saat hari libur panjang pasca Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M, juga sepi pengunjung.
Salah satu pedagang di kawasan Wisata Ketapang Urban Aquaculture Mauk, Muhammad Sodikin mengatakan, bahwa libur Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M tidak seperti libur hari raya tahun lalu. Pasalnya, pengunjung tempat wisata Ketapang Urban Aquaculture terbilang menurun.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, tahun ini terbilang sepi, meskipun libur Panjang,” kata pria yang biasa disapa akrab Sodikin kepada Satelit News, Selasa (8/4).
Sodikin mengaku, dirinya tidak tahu pasti mengapa pengunjung menurun dibandingkan tahun lalu. Namun, dirinya menduga, bahwa sepinya pengunjung diakibatkan harga tiket yang terlalu mahal, selain itu masyarakat juga lebih memilih wisata ke pantai yang bisa berenang dibandingkan dengan hanya melihat pohon mangrove.
“Kemungkinan karna harga tiket terlalu mahal. Selain itu juga, mungkin masyarakat sedang bosan, dan ingin liburan ke pantai yang bisa dipakai renang. Kalau, disini kan hanya melihat-lihat pohon mangrove,” tukasnya.
Saat ditanya berapa harga tiket untuk masuk ke wisata Ketapang Urban Aquaculture Mauk. Sodikin menjelaskan, bahwa dari papan informasi yang dipasang oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: 3 Pelajar Ditangkap Buntut Kematian 2 Remaja di Alam Sutera
Bahwa, kata dia, harga tiket masuk kawasan wisata terbagi menjadi 5 golongan. Diantaranya, perorangan dewasa, perorangan anak-anak, kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, dan kendaraan lebih dari roda empat.
“Untuk orang dewasa dikenakan harga Rp 15.000, anak-anak dibawah 12 tahun dikenakan Rp 10.000. Lalu, untuk parkir kendaraan roda dua Rp 8.000, roda empat Rp 15.000, dan bus sebesar Rp 50.000, ” katanya.
Menurut Sodikin, sepinya pengunjung membuat roda perekonomian UMKM tidak berjalan dengan baik di wilayah Ketapang, Kecamatan Mauk. Maka dari itu, dia berharap ada solusi tepat dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, untuk meningkatkan pengunjung di Wisata Ketapang Urban Aquaculture Mauk.
“Kami berharap, Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa segera mengambil tindakan agar pengunjung kembali ramai. Sehingga, ekonomi kerakyatan dapat kembali meningkat,” katanya.
Terpisah, Wakil Ketua KNPI Kecamatan Mauk, Saepul menambahkan, bahwa harga harga tiket masuk ke Wisata Ketapang Urban Aquaculture Mauk terlalu mahal, sehingga masyarakat enggan untuk berkunjung ke wisata tersebut. Katanya, harga tiket masuk ke Kebun Binatang Ragunan jauh lebih murah dibandingkan dengan Ketapang Urban Aquaculture Mauk.
“Jelas terlalu mahal, Ragunan saja dengan fasilitas yang lebih baik, hanya mematok harga Rp6.000 untuk weekday dan Rp 7.500 untuk weekend, itupun untuk orang dewasa. Sementara, untuk anak-anak lebih murah lagi,” katanya.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Dorong UMKM Segera Urus Sertifikasi Halal
Jadi sangat beralasan, ucap Saepul, apabila masyarakat enggan untuk datang ke Ketapang Urban Aquaculture, karena selain tarif yang mahal fasilitas yang disuguhkan juga tidak terlalu menarik, jika dibandingkan dengan Ragunan ataupun Pantai Anyer.
Padahal, potensi Ketapang Urban Aquaculture Mauk ini sangat besar apabila dikelola dengan baik oleh dinas terkait. Saepul meminta kepada pengelola wisata Ketapang Urban Aquaculture dan Pemkab Tangerang untuk mengkaji ulang harga tiket masuk.
“Penerapan harga tiket masuk harus mempertimbangkan daya beli masyarakat terutama fasilitas wisata harus ditingkatkan agar menjadi daya tarik wisatawan,” katanya.
Menurut Saepul, apabila kondisi Ketapang Urban Aquaculture Mauk dibiarkan sepi pengunjung dan tidak segera dilakukan pembenahan, maka anggaran besar yang telah digelontorkan untuk membangun ekowisata mangrove ini akan terbuang sia-sia.
“Jangankan untuk menambah PAD, untuk memberikan penghasilan kepada masyarakat setempat sangat sulit. Terbukti saat ini banyak warung masyarakat sudah banyak yang tutup karena pengunjung sepi,” tandasnya. (alfian/aditya)





















