SATELITNEWS.COM, SERANG–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perkembangan kredit properti di Provinsi Banten mengalami pertumbuhan positif. Dari total penyaluran kredit yang mencapai Rp218 triliun, sektor penyaluran kredit properti mencapai 31,68 persen. Disusul pemilikan peralatan rumah tangga lainnya, dan perdagangan besar dan kecil masing- masing menyumbang 15,18 persen dan 12,06 persen.
Kepala OJK Jakarta Wilayah Jabodebek Edwin Nurhadi mengatakan, penyaluran kredit berdasarkan jenis penggunaannya masih didominasi oleh kredit konsumsi. Sehingga sektor perbankan di Banten mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 5,48 persen atau menjadi Rp218,23 triliun dengan kualitas kredit yang tetap terkendali pada level 2,98 persen.
“Angka ini mencerminkan tingginya permintaan terhadap sektor properti, khususnya untuk pemilikan rumah tinggal,” ujarnya dalam keterangan, Senin (21/4).
Kemudian, penghimpunan DPK di Banten tumbuh sebesar 9,28 persen menjadi Rp297,54 triliun. Capaian ini menunjukkan bahwa sektor perbankan di wilayah tersebut, terus menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
Meski begitu, beberapa sektor perlu menjadi catatan karena resiko kredit macet atau NPL yang tinggi. Adapun sektor yang paling tinggi yakni sektor kontruksi dengan NPL sebesar 7,20 persen, diikuti oleh sektor real estate, usaha persewaan, dan jasa 5,74 persen, serta sektor perikanan 5,24 persen.
“Meskipun terdapat peningkatan fungsi intermediari dari sisi penyaluran kredit atau pembiayaan Perbankan, tapi terdapat tantangan terbesar dalam menjaga kualitas kredit di beberapa sektor ekonomi,” ungkapnya.
Baca Juga: Warga Banten Mulai Tak Takut Cek Kesehatan
Di samping itu, OJK juga mencatatkan pertumbuhan jumlah Single Investor Identification dan transaksi produk pasar modal di Banten. Hal ini menunjukkan tren meningkatnya literasi keuangan dan kemudahan akses terhadap layanan pasar modal. Seperti di wilayah Banten, jumlah investor mencapai 814,70 ribu tumbuh 8,62 persen dengan porsi terbesar berada di Kota Tangerang sebesar 29,92 persen.
“Capaian ini mencerminkan semakin besarnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal, baik sebagai sarana investasi maupun sebagai bagian dari pengelolaan keuangan jangka panjang,” tuturnya.
Lebih lanjut, dari sisi aktivitas transaksi saham oleh masyarakat di wilayah Banten juga menunjukkan kestabilan yang positif. Per Februari 2025, total nilai transaksi saham mencapai Rp18,06 miliar, dengan dominasi berasal dari masyarakat Kota Tangerang yang mencatatkan market share sebesar 58,36 persen.
“Data ini mengindikasikan bahwa tingkat partisipasi investor retail di pasar saham terus meluas, terutama di pusat-pusat ekonomi regional,” terangnya.
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Banten, Roni Adali mengatakan, berdasarkan laporan dari anggota, penjualan rumah subsidi di Banten mengalami penurunan. Meski begitu ia belum mengetahui secara detail berapa persen penurunan penjualan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
“Melihat kondisi ekonomi saat ini (lesu-red), beberapa teman-teman melaporkan adanya penurunan, tapi kami belum tahu pasti berapa persen penurunannya,” katanya dalam acara Halal Bihalal DPD REI Banten, di Hotel Swiss Belinn, Serpong, Tangerang, belum lama ini.
Baca Juga: Ribuan Pramuka Garuda Lebak Didorong Jadi Generasi Berkarakter
Tak hanya itu, masalah lainnya juga muncul karena kualitas konsumen, di mana banyak konsumen yang ditolak lantaran faktor riwayat kredit dan pinjaman yang tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Maka dari, hal ini menjadi perhatian serius REI Banten dalam menghadapi kondisi ekonomi yang lesu.
“Jadi banyak yang gugur di SLIK ini atau BI Checking ini. Maka ini harus menjadi perhatian dari pemerintah juga ya, khususnya pemerintah Banten. Nah apakah ini sama dengan daerah daerah lain, saya belum mengetahui,” ujarnya.
Meski begitu, kata Roni pihaknya tidak bisa berbuat banyak, yang pasti pihaknya terus melakukan pengembangan kualitas bangunan, dan lingkungan sesuai arahan Pemerintah Pusat. (luthfi)
























